Pantai-Pantai Indah di Sumba

Mon, 05/15/2017 - 10:56

Indonesia sebagai negara kepulauan, punya banyak lokasi pantai yang indah dan sungguh memukau. Beberapa pantai indah itu ada di pulau Sumba dan percayalah, tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai top di luar negeri. Saya mengunjungi beberapa pantai di seputaran Sumba Barat dalam perjalanan selama seminggu di bulan Maret 2017.

Pantai Waikelo

Waikelo
Pantai Waikelo

Pantai Waikelo terletak hanya sekitar 5 km dari pusat dari kota Tambolaka, ibukota Sumba Barat Daya. Ia merupakan pelabuhan bagi kapal ferri yang menghubungkan Sumba dengan daerah lain lewat jalur laut dan tempat bongkar muat kapal barang. Hari sudah sore ketika kami tiba di pantai Waikelo. Kami duduk melepas lelah ditemani jus buah naga sambil menanti saat matahari terbenam di Villa Redemptoris, penginapan milik Yayasan Rumah Budaya Sumba. Suasana sepi dan matahari tertutup awan di sore hari itu. Jika anda pergi ke daerah pelabuhan, anda bisa melihat kapal yang merapat dan kegiatan bongkar muat di sana.

Pantai Watu Maladong dan Pantai Bwanna

Watu Maladong
Pantai Watu Maladong

Walau lokasinya berdekatan, pantai Watu Maladong dan pantai Bwanna yang berada di kecamatan Kodi Balagar, kabutapaten Sumba Barat Daya ini cukup jauh dari Tambolaka-- sekitar 57 km dan perlu waktu tempuh 2 jam karena jalan yang tidak seluruhnya beraspal. Lokasinya yang agak terpencil, tidak ada papan penunjuk jalan, adanya sebagian  jalan tanah yang berlumpur di tengah hutan, bahkan ada sepotong jalanan aspal yang sudah retak-retak membuat kedua pantai ini cukup sulit dijangkau. Sebaiknya tidak menggunakan kendaraan tipe sedan.  

Watu Maladong 1
Pantai Watu Maladong dilihat dari Tanjung Bwanna

Kami harus berjalan kaki dengan sangat berhati-hati di atas jalan setapak dari tanah dengan semak-semak di kiri kanan selama kira-kira 15 menit untuk tiba di Tanjung Bwanna-- tebing yang berada di antara pantai Watu Maladong dan pantai Bwanna. Lingkungan sekitar sangat sepi membuat suasana terasa lebih damai. Karena jalan yang licin, kami tidak bisa turun ke pantai Watu Maladong dan hanya dapat memandang keindahan alami panorama pantai dengan lima gugusan baru karangnya itu dari atas tebing. Ombak sangat besar dan terus menghempas tebing batu karang yang tinggi di sepanjang pantai. Pemandangan yang sangat indah di siang hari yang cerah itu. 

Setelah puas, kami kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan sekitar 500 m ke lokasi jalan setapak untuk turun ke pantai Bwanna. Dari tempat parkir mobil kami harus berjalan kaki cukup jauh menuruni jalan setapak yang semakin dekat ke pantai akan semakin curam. Kira-kira 50 m menjelang bibir pantai, saya ‘menyerah’ karena kondisi jalan setapak sangat curam dan nyaris tegak lurus. Butuh nyali  besar untuk terus turun dengan menapak mundur atau ngesot, seperti dua teman saya, hingga  kaki menginjak bibir pantai. Menurut Pak Theo, supir yang merangkap pemandu kami, beberapa tahun yang lalu belum ada jalan setapak dan pengunjung turun dengan seutas tali untuk sampai di pinggir pantai. 

Bwanna 1
Pantai Bwanna 
Foto oleh Martha Lamanepa

Pemandangan khas pantai Bwanna adalah karang tinggi dengan lingkaran seperli lubang cincin. Pantai ini cocok untuk penggemar selancar atau panjat tebing. Perjuangan untuk mencapai pantai ini terbayarkan begitu kita tiba di bibir pantai.

Bwanna 2
Pantai Bwanna 
Foto oleh Martha Lamanepa

Pantai Ratenggaro

Pantai Ratenggaro terletak di desa Umbu Ngedo (Bondokodi). Di sepanjang pantai terdapat banyak batu kubur megalitikum dan juga kampung adat Ratenggaro dengan rumah adatnya yang khas-- beratap rumbia tinggi dan ada yang mencapai tinggi 30 m. Pantai berbatu karang dan ombak cukup besar. Suasana mistis lebih terasa karena banyaknya batu kubur di area ini.

Ratenggaro
Pantai Ratenggaro

Pantai Pero

Pantai Pero yang terletak di desa Pero, kecamatan Kodi, sekitar 45 km dari kota Tambolaka adalah lokasi favorit untuk pencinta surfing. Sepanjang jalan menuju pantai tampak banyak rumah nelayan yang sebagian besar adalah kelompok minoritas muslim yang memang lebih banyak tinggal di pesisir. Kami mampir ke pantai ini setelah  menonton acara pasola, untuk menikmati makan siang ala berpiknik. Kain untuk alas duduk digelar di pasir putih yang dikelilingi karang. Menikmati makan siang sambil dihibur deburan ombak pantai selatan yang garang adalah kesempatan yang langka buat kami berlima. Beberapa ekor sapi dan kambing yang sedang merumput di belakang kami menambah rasa "back to nature" di siang hari yang tertutup awan itu.

Pero
Pantai Pero

Pantai Mandorak

Pantai pasir putih dengan batu karang yang besar dan  deburan ombak yang keras menjadi daya tarik yang unik dan khas di pantai Mandorak. Terletak tidak  jauh dari Danau Weekuri, lokasinya tersembunyi dan merupakan pantai pribadi milik orang Perancis yang sesekali tinggal di Sumba. Di lokasi ini didirikan bungalow dengan beberapa kamar dan satu rumah joglo besar menghadap ke laut.

Mandorak
Pantai Mandorak

Gerbang masuk dijaga oleh dua orang yang membukakan pagar dan setelah ‘dirayu’ oleh bapak supir kami dengan janji akan memberikan sedikit ‘uang pengertian’, kamipun diizinkan masuk hingga ke rumah joglo dekat pantai. Pantai Mandorak hanya selebar 50 meter. Posisinya berada di balik tebing yang curam dan dihubungkan dengan laut hanya dengan “pintu” selebar 3 meter. 

Mandorak 1
Pantai Mandorak
Mandorak 2
Pantai Mandorak

Air laut terlihat biru bening dan ada tebing batu karang yang agak tinggi. Hati-hati ketika menginjak batu karang karena tajam dan bisa melukai kaki. Pasirnya putih seperti mutiara, deru ombak terdengar menggemuruh. Pemandangan yang indah dan suasana tenang akan membuat anda enggan untuk meninggalkan pantai ini. 

Mandorak 3
Pantai Mandorak

Beberapa anak kecil menghampiri ketika kami hendak menyantap bekal makan siang yang kami bawa dalam rantang di rumah joglo yang menghadap ke laut itu. Mereka dengan gembira menyambut ajakan kami untuk berfoto bersama dan ikut menyantap sebagian jatah makan siang kami.

Pantai Mananga Aba (Pantai Kita)

Pantai berpasir putih dengan beberapa saung tempat berteduh menambah indahnya pantai Mananga Aba. Suasana sepi saat kami tiba di sore hari menjelang matahari terbenam itu. Hanya ada beberapa remaja terlihat sedang duduk  santai di saung.

Pantai Mananga Aba
Pantai Mananga Aba

Pantai Mananga Aba terletak tidak jauh dari pantai Oro-- sekitar 20 menit dari kota Waitabula. Di lokasi ini ada penginapan yang cukup bagus, hotel Mario. Kabarnya manajemen hotel Mario berencana membuka bisnis menyelam di lokasi ini. (Untuk penjelasan lebih rinci, silakan cek www.mariohotel.net)

Mananga Aba
Pantai Mananga Aba

Pantai Oro

Dari pantai Mananga Aba, kita bisa mampir juga ke pantai Oro. Ada penginapan bergaya bungalow milik seorang Jerman yang beristrikan orang lokal di sini. Kami kembali bertemu dengan sepasang pengantin baru di bungalow Oro yang bersiap untuk check out dan ke bandara (dua hari sebelumnya kami pernah bertemu mereka di Tanjung Bwanna).

Oro
Pantai Oro
Foto oleh Martha Lamanepa

Pantai Newa

Pantai Newa terletak paling dekat dengan bandara Tambolaka, sekitar 5 km saja dari bandara. Di pantai  ini ada resort bagus dengan vila bergaya rumah adat Sumba dan beberapa vila berupa rumah kayu yang dikirim dari Ambon. Silakan cek www.sumbanewaresort.com untuk  keterangan lebih detil.

Pantai Newa
Pantai Newa
Foto oleh Martha Lamanepa

Anda bisa snorkeling di lokasi ini ketika air laut tidak sedang pasang karena tidak banyak karang. Saat air laut pasang, pantai akan menjadi kotor dengan sampah ranting, plastik dan sampah lain yang dibawa sungai Newa  dekat  resort. Kami mendapat informasi dari manajer hotel yang mengizinkan kami untuk masuk ke tepi pantai bahwa sehari sebelumnya air laut pasang, karena itu masih terlihat banyak potongan ranting dan sampah plastik di pantai.

Pantai Newa
Pantai Newa
Foto oleh Martha Lamanepa

Pantai Marosi

Pantai Marosi yang berada di kecamatan Lamboya, Sumba Barat ini memiliki pasir putih dengan ombak cukup besar sehingga cocok untuk tempat berselancar. Bulan Mei hingga September adalah saat yang cocok untuk berselancar karena ombak lebih besar.

Marosi
Pantai Marosi

Hujan gerimis turun ketika kami mampir ke pantai Marosi setelah menonton upacara Pasola tidak jauh dari Marosi. Angin cukup kencang dan pantai sepi, mungkin karena penduduk sekitar masih sedang asik menonton Pasola.

Pantai Nihiwatu

Pantai Nihiwatu adalah salah satu pantai terindah di wilayah Sumba Barat yang berada di peringkat 17 dalam daftar 100 pantai terbaik di dunia. Nihiwatu adalah surga bagi peselancar dunia karena ombaknya. Mereka menjulukinya God’s Left. Banyak wisatawan luar negeri, selebritis lokal dan dunia pernah mengunjungi Nihiwatu. Lokasinya sekitar 30 km dari kota Waikabubak di Sumba Barat.

Nihiwatu
Pantai Nihiwatu

Nihiwatu adalah resort eksklusif milik orang asing, lokasinya tertutup dan hanya tamu resort yang boleh masuk ke area itu. Penjagaan juga sangat ketat, sehingga kami tidak bisa masuk karena bukan tamu resort. Kami hanya menikmati pemandangan dan suasana Nihiwatu dari jalanan tebing di atas resort. 

Hanya diberi kesempatan 10 orang berselancar untuk satu periode waktu, jadi sambil menunggu giliran berselancar, ada aktivitas lain yang dapat dilakukan seperti memancing, snorkeling, menyelam, berperahu ke daerah teluk, mengamati burung-burung, bersepeda gunung atau trekking ke air terjun.

Baca juga: Pesona Kampung Adat Sumba
Baca juga: Rumah Adat dan Pemakaman di Sumba
Baca juga: Rumah Budaya Sumba dan Pasola
Baca juga: Sumba Barat dan Sumba Tengah

 

SaveSave

SaveSave

SaveSaveSaveSaveSaveSave

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.