Jalan-jalan di Sulawesi Tengah

Sun, 10/15/2017 - 11:14

Foto oleh Ucok Pasaka

Jika sudah sampai dan melihat Tana Toraja, Sulawesi Selatan, para pelancong biasanya melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Tengah. Salah satu rute perjalanan bermobil sampai Pantai Siuri di tepi Danau Poso (danau ketiga terbesar di Indonesia), Sulawesi Tengah dapat ditempuh selama 8 jam (tanpa singgah). 

Peta

Jika anda memiliki waktu yang cukup, ada banyak tempat yang dapat disinggahi selama perjalanan dari Toraja sampai ke Pantai Siuri. Salah satunya adalah Air Terjun Salunoa, 31 km dari Mangkutana. Anda juga dapat menikmati pemandangan danau Poso dari Puncak Marari, danau Poso di kota Pendolo, dan Meko (Kampung Bali).

Salunoa
Air Terjun Salunoa
Marari
Turis naik sepeda ke puncak Marari. Tampak Danau Poso di latar belakang.
Danau Poso
Danau Poso di Pendolo
Kampung Bali
Kampung Bali di Meko

Air Terjun Saluopa di Tonusu, Kabupaten Poso hanya sekitar 15 menit perjalanan dengan mobil di utara Pantai Siuri. Air terjun duabelas tingkat setinggi 25 meter ini sering disebut Air Luncur Saluopa. Airnya mengalir deras seperti meluncur dan sangat jernih. Setiap tingkat bisa didaki dengan menapaki tangga batu.

Saluopa
Air Terjun Saluopa 

Ada dua pilihan perjalanan dari Saluopa: 
1. Lore Lindu National Park - di Barat Laut Saluopa 
Perjalanan harus melewati kota Palu. Dari Palu bermobil sekitar 2,5 jam ke Kamarora. Untuk menghindari hujan, sebaiknya berkunjung pada bulan Juli, Agustus, atau September.
Cagar alam seluas 2.180 km² ini terdaftar dalam UNESCO World Network of Biosphere Reserve. Selain hutan lebat yang dipenuhi sekitar 80 jenis burung khas Sulawesi, ia juga kaya akan megalith yang sudah ada sebelum tahun 1300. 
Turis yang datang ke sini kebanyakan adalah pecinta alam, peneliti, dan fotografer. 

2. Tentena - di Timur Saluopa
Tentena adalah kota kecil, 40 menit perjalanan bermobil dari Air Terjun Saluopa. Tentena merupakan tempat bermalam yang paling tepat. Udaranya nyaman dengan pegunungan di sekelilingnya. Di situ ada banyak penginapan serta tempat makan. Mayoritas penduduk Tentena adalah pemeluk Kristen. 
Belut raksasa (Sugili) yang hidup di danau sangat disukai penduduk lokal. Sugili juga ditangkap dan diekspor ke Jepang. Kabarnya jumlahnya makin berkurang. Penduduk lokal juga suka makan kelelawar.

Tentena
Tentena

Ampana dan Kepulauan Togean 

Ampana terletak di Kabupaten Tojo Una-Una, sekitar 6 jam perjalanan dengan mobil dari Tentena. Tujuan utama turis mancanegara datang ke Ampana adalah ke Kepulauan Togean di tengah Teluk Tomini. Terumbu karang yang indah dan asri di kepulauan ini membuatnya menjadi tempat menyelam (diving dan snorkeling) yang cukup terkenal. Kapal ke Kepulauan Togean biasanya berangkat tiap pagi sekitar pukul 08.00 kecuali hari Jumat. Ferry yang lebih besar berangkat dua kali seminggu atau bisa juga menggunakan kapal cepat (speed boat) yang selalu ada setiap hari di pelabuhan Ampana. 

Ampana
Matahari terbit di pelabuhan Ampana

Turis ke Kepulauan Togean biasanya tinggal selama beberapa hari di sana (ada yang mengaku tinggal sampai 18 hari karena jatuh cinta pada Kepulauan Togean). Bila beruntung, anda bisa melihat elang melintas di angkasa, di laut bisa menyaksikan lionfish, bahkan lumba-lumba. 

Di luar kota utama Wakai, sinyal telepon sangat lemah. Bersiaplah untuk tidak bisa menggunakan internet selama di Kepulauan Togean. 

Bawa bekal makanan kecil jika anda berencana tinggal lebih dari dua hari. 

Dari Kepulauan Togean kembali ke Ampana. Bagi yang ingin langsung terbang ke kota lain, lapangan terbang Tanjung Api di Ampana melayani penerbangan ke Makassar, Palu, Luwuk, dan Gorontalo. Bila terbang ke Gorontalo, pesawat akan melintas tepat di atas pulau Togean.Kita bisa melihat keindahan air laut biru kehijauan, jernih dan bersih mengelilingi karang di sekitar pulau. Bagi yang masih ingin bertualang, bisa mencoba tour sepeda Sulawesi Tengah dari Ampana melewati Bunta dan Salodik menuju Luwuk.

Ampana-Bunta
Bersepeda dari Ampana ke Bunta
Bunta-Salodik
Bersepeda dari Bunta ke Salodik
Salodik-Luwuk
Bersepeda dari Salodik ke Luwuk

 

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.