Basuki dan Anies dalam Kicauan

Selasa, 4-4-2017

Walau punya akun Twitter, saya hampir tidak pernah membaca cuitan orang. Dua hari yang lalu lewat Facebook saya membaca beberapa komentar untuk cuitan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang saya rasa sangat lucu. Rasa ingin tahu membuat saya membuka situs Twitter dan mencari akun beliau. Karena sedang dalam suasana Pilkada, saya cari juga akun calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Inilah perbandingan profil mereka berdua.

Twitter Ahok

Basuki Tjahaja Purnama maupun Anies Baswedan mulai bergabung di Twitter pada bulan dan tahun yang sama: Februari 2010. Hingga saya membuat tulisan ini (3 April 2017), perbandingan kegiatan “tweet” mereka cukup timpang.
Kicauan Basuki Tjahaja Purnama hanya 2.533, sedangkan Anies Baswedan 10,4 ribu. Entah ini dapat dilihat sebagai kesibukan membangun popularitas, entah tidak. Perbandingan 1:4 itu memperlihatkan bahwa Anies lebih getol.
Basuki Tjahaja Purnama hanya mengikuti 52 pengguna Twitter, sedang Anies Baswedan mengikuti 594 pengguna. Basuki Tjahaja Purnama memiliki 6,76 juta pengikut, sedangkan Anies Baswedan jauh di bawah itu, hanya 1,34 juta pengikut. Untuk merespons berupa "like", Basuki Tjahaja Purnama hanya pernah menyukai 36 cuitan, sedangkan Anies Baswedan terlihat lebih banyak memberi tanggapan, menyukai 1.226 cuitan.
Saya jadi teringat bagaimana media mengolok-olok Presiden Amerika Serikat yang keseringan berkicau. Seorang yang sibuk bekerja, tentu tidak memiliki banyak waktu untuk media sosial seperti Facebook ataupun Twitter. Tetapi tidak lagi menjadi rahasia, tidak semua tweet tersebut ditulis langsung oleh yang bersangkutan.

Saya juga memperhatikan tulisan di bawah nama pengguna Twitter.

Nomor SMS

Basuki Tjahaja Purnama memasang tiga nomor SMS pengaduan untuk penduduk DKI. Hal yang menarik adalah bukan jumlah nomor SMS, melainkan keterangan mengapa dia memberikan tiga nomor: SMS ke satu nomor saja sesuai kartu yang dipakai agar lebih murah.
Menurut saya ini sungguh luar biasa. Basuki adalah seorang gubernur yang benar-benar memikirkan warganya. Bukan hanya menyediakan waktu untuk mendengarkan pengaduan warga, tapi juga memikirkan bagaimana agar dalam mengadu itu, warga tidak perlu membayar mahal untuk biaya SMS! Ada upaya mengingatkan publik agar beban pulsa tidak terlalu tinggi dan itu dia anggap penting.

Selain itu saya juga membaca beberapa cuitan mereka dan komentar-komentar para pengikut.
Untuk Ujian Nasional, cuitan Anies Baswedan berbunyi begini:
Adik-adik, selamat menempuh Ujian Nasional!
Cuitan tersebut disertai satu rekaman video beliau memberikan dorongan semangat untuk peserta ujian nasional.
Komentar-komentar lucu yang ada antara lain:
oppoest onet: Adik-adik maaf saya dulu gagal di mendikbud, belajar yg bener jangan tiru saya yg selalu bermain kata-kata bak sinetron.

Tweet1

Kamar Agung: adik2 aja berani ngadepin ujian nasional, Mas Anies ngadepin ujian debat kok takut?

Tweet2

YouMaySayImADreamer: Ngerasa masih menteri pendidikan?

Tweet3

Sementara itu, cuitan Basuki Tjahaja Purnama berbunyi begini:
Selamat UN. Kerjakan dengan jujur, semoga dapat hasil terbaik. Mohon bersabar ini ujian. Kalau kamu lulus PTN, biaya ditanggung KJMU.
Komentar-komentar yang dari haters tidak ada yang lucu, yang ada sinis dan makian, sedang dari Ahok-ers ada beberapa yang menarik.

Selly Free:
Udin: yg 19 april pilih anies juga dapat pak?
Ahok: dapet
Udin: ah malu ah, mending pilih bapak sekalian.
Ahok: super

Tweet4

gembul: Mantabbbb…Kapan yah tangsel bisa seperti DKI…Semua serba gratis cc.

Tweet5

Selebihnya kebanyakan memuji kinerja Bapak Gubernur tetapi ada satu yang “memberi nasihat”.

Hendra Rusmana: Tolong pak kinerja nya sangat bagus namun jangn berbicara lagi tentang Al quran. Salam NKRI.

Tweet 6

Teknologi komunikasi kini membawa kita ke zaman yang lebih terbuka satu sama lain, bahkan antara rakyat dengan pejabat negara. Ada kesempatan untuk memahami lebih jelas satu sama lain. Juga ada informalitas yang dirasakan ... menarik ... asalkan dipergunakan dengan cara yang etis.

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.