Glukosamin

Selasa, 21-2-2017

Glukosamin sulfat adalah senyawa kimia dalam tubuh yang bersama senyawa-senyawa lain turut berfungsi dalam pembentukan tulang rawan, tendon, ligamen, dan cairan sendi. Seiring dengan bertambahnya umur, kadar glukosamin dalam tubuh akan menurun dan mengakibatkan masalah pada tulang rawan yang menjadi bantalan bagi sendi. Tulang rawan menipis dan cairan sendi berkurang. Sendi terasa kaku dan sakit ketika terjadi pergesekan sendi. Keadaan ini disebut osteoartritis (radang sendi).

Ilmuwan membuat glukosamin sebagai suplemen untuk kesehatan tulang rawan dan membantu fungsi sendi terutama pada orang yang menderita osteoartritis. Glukosamin ini dibuat dari kulit kerang-kerangan termasuk udang, lobster, dan kepiting. Untuk vegetarian, ada produk glukosamin yang terbuat dari jamur Aspergillus niger dan hasil dari fermentasi jagung. Juga ada glukosamin yang dibuat di laboratorium.

Glukosamin

Di banyak negara, glukosamin dikategorikan hanya sebagai suplemen (bukan vitamin dan bukan obat). Tetapi di beberapa negara di Eropa, ia dikategorikan sebagai obat untuk osteoartritis. Walau hasil penelitian menunjukkan bahwa glukosamin tidak efektif untuk semua orang --mungkin karena perbedaan fisiologi setiap individu—suplemen ini boleh dicoba, terutama bila sendi lutut mulai terasa tidak sekuat masa muda lagi. Jenis glukosamin yang diperkirakan paling efektif adalah glukosamin sulfat. Biasanya glukosamin dikombinasikan dengan chondroitin sulfat.

Dosis untuk yang 500 mg adalah tiga kali sehari, atau sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Pemakaiannya sebaiknya tidak lebih dari 1.500 mg/hari. Glukosamin aman bila dikonsumsi sesuai petunjuk selama tiga tahun.

Natural Medicines Comprehensive Database membuat kategori untuk efektivitasnya sebagai berikut: efektif, kemungkinan besar efektif, mungkin efektif, mungkin tidak efektif, kemungkinan besar tidak efektif, tidak efektif, dan bukti tidak cukup untuk di-rating. Glukosamin sulfat masuk kategori “kemungkinan besar efektif” untuk osteoartritis pada lutut. Mungkin juga pada pinggul dan tulang belakang. Ia meredakan sakit dan meningkatkan fungsi sendi. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, ia mencegah osteoartritis menjadi makin parah. Glukosamin sulfat kurang efektif untuk osteoartritis yang sudah lama, orang yang sudah sangat tua dan obesitas.

Efek samping yang mungkin terjadi (jarang) adalah mual, sakit perut, diare, sakit kepala, pusing, dan alergi.

Ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang memakai obat pengencer darah (warfarin), dan yang sedang menjalani kemoterapi sebaiknya tidak menggunakan glukosamin .

Glukosamin aman untuk penderita diabetes, tetapi tentu saja setiap penderita diabetes seharusnya memeriksakan kadar gula darahnya secara teratur.

Glukosamin mungkin menaikkan kadar insulin, karena itu ada kemungkinan bisa menaikkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Kadar kolesterol dan tekanan darah ini sebaiknya dimonitor dengan ketat. Bila akan menjalani operasi, sebaiknya konsumsi glukosamin dihentikan sejak dua minggu sebelum operasi.

SaveSave

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.