Haruskah Katarak Segera Dioperasi?

Selasa, 19-7-2016

Walau sering mendengar berita tentang kenalan yang menjalani operasi katarak, kita biasanya baru sibuk bertanya atau mencari tahu ketika anggota keluarga kita sendiri didiagnosa katarak: apakah katarak HARUS dioperasi – kalau harus, KAPAN sebaiknya dioperasi. Banyak sekali yang tidak kita ketahui tentang sesuatu yang begitu sering kita dengar, apalagi mengenai katarak, sesuatu yang normal terjadi pada proses penuaan. 

Lensa mata kita pada awalnya bening dan fleksibel. Seiring dengan pertambahan usia ia akan jadi keruh dan mengeras. Lensa yang keruh (memutih) inilah yang disebut katarak. Pada awal lensa mengeruh penglihatan mungkin saja tidak terganggu hingga bertahun-tahun. Tapi sebetulnya pada waktu itu berlangsung proses pematangan katarak, hingga akhirnya lensa mata benar-benar mengeras dan penglihatan sudah tidak jelas lagi. Jika tidak ditangani, katarak bisa menyebabkan kebutaan. Katarak lebih sering timbul pada wanita.

Katarak terjadi pada waktu yang berbeda pada setiap orang, dalam usia 40 - 60an. Kedua bola mata seseorang --kiri dan kanan-- pun tidak pasti mulai keruh pada waktu yang sama. 

Hampir separuh dari orang tua berusia di atas 75 tahun menderita katarak. Untuk katarak yang disebabkan penuaan, pengeruhan lebih merata di seluruh bagian lensa dengan bagian tengah yang lebih keras, disebut juga “nuclear sclerosis”. Katarak jenis lain memburuk lebih cepat dan pemutihan mungkin tidak merata di seluruh lensa mata.

Selain karena penuaan, katarak juga dapat timbul karena penyakit diabetes, infeksi mata, luka tusuk, paparan sinar matahari untuk jangka waktu yang lama, kebiasaan merokok, penggunaan obat tertentu seperti steroid, keturunan, dan penyakit lainnya. Mengkonsumsi alkohol atau narkoba oleh wanita hamil meningkatkan risiko katarak pada bayi yang dilahirkan. 

Kapan Harus Operasi?

Semua jenis katarak hanya bisa diatasi dengan operasi pengangkatan katarak dan diganti dengan lensa intraokuler.

Jika katarak masih ringan, penglihatan tidak terganggu, aktivitas sehari-hari tidak terhambat, itu berarti operasi katarak belum perlu. Tetapi kalau penglihatan mulai kabur, periksakan mata ke dokter. Pakai/ganti kacamata bila perlu. Bila mengganti kacamata sudah tidak membuat penglihatan lebih jelas, itulah saatnya anda perlu operasi katarak.

Menunda operasi hingga anda merasa perlu, tidak berpengaruh terhadap hasil akhir operasi kecuali bila ada penyakit mata lain di samping katarak, misalnya glaukoma, Fuchs’ dystrophy, dan penyakit mata lain yang bila ada, tentu dari awal sudah diberitahukan oleh dokter. Setelah penyakit lain ini diatasi/terkontrol, barulah operasi katarak bisa dilakukan.

Seseorang biasanya merasa takut ketika mendengar bahwa dia ada katarak. Orang sering khawatir jadi buta setelah operasi. Kalau dokter menerangkan apa saja yang harus diperhatikan setelah operasi, dia takut tidak bisa melaksanakannya sehingga akan terjadi hal yang berbahaya. 

Sebetulnya mengetahui fakta tentang katarak dan kemajuan teknologi kedokteran dapat memberi ketenangan pada pasien. Kini lensa intraokuler buatan pun sangat stabil dan biasanya tidak perlu diganti lagi.

Meskipun operasi katarak sangat aman, seperti operasi lainnya, tetap ada risiko komplikasi. Tapi komplikasi sangat jarang. Ia dapat terjadi jika waktu operasi ada penyakit mata lain yang tidak terdeteksi, atau prosedur operasi tidak baik.

Pasien katarak sebaiknya tidak dioperasi bila menderita hipertensi atau diabetes yang tidak terkontrol, infeksi akut, penyakit paru-paru, penyakit darah.

Operasi dan Pasca Operasi

Bila memutuskan untuk operasi, dokter akan mengajukan pilihan metode operasi dan jenis lensa pengganti.

Untuk operasi katarak, pasien hanya perlu diberi anestesi lokal. Sayatan kini dapat dibuat dengan sinar laser, sedangkan untuk pengangkatan katarak digunakan teknologi ultrasound. Biasanya pengangkatan katarak hanya berlangsung beberapa menit. Pasien boleh pulang beberapa jam setelah operasi selesai. Pasien tidak merasakan sakit dan waktu penyembuhan juga singkat. Penglihatan akan berangsur-angsur menjadi jelas (mungkin perlu enam minggu hingga benar-benar jelas).

Bila kedua mata perlu dioperasi, biasanya operasi katarak kedua dilakukan satu bulan setelah operasi katarak yang pertama.

Bila pasien tidak mematuhi petunjuk dokter dengan baik setelah operasi, bisa terjadi komplikasi seperti infeksi, peradangan, pembengkakan, perdarahan, lepasnya retina, glaukoma atau kerusakan saraf mata. Komplikasi ini bisa diatasi jika segera ditanggulangi. Karena itu segeralah ke dokter bila setelah operasi muncul gejala-gejala: mata makin merah, sakit yang terus menerus, penglihatan makin kabur, mual, muntah, atau batuk parah.

Katarak

Perawatan Pasca Operasi

- Pasien tidak boleh mengendarai kendaraan sendiri setelah operasi. Usahakan ada yang menemani pasien pulang ke rumah dan tinggal bersamanya beberapa hari hingga penglihatannya cukup jelas. 
- Lindungi mata dari debu dan sinar matahari yang terlalu terang. 
- Jangan berenang. 
- Jangan menggosok atau menekan mata. 
- Hindari olahraga berlebihan, mengangkat barang berat, atau membungkuk. 
- Tidur dengan posisi telentang atau miring ke arah bagian yang tidak dioperasi. 
- Pemakaian obat dan pemeriksaan pasca operasi dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter.

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.