Memiliki Binatang Peliharaan

Rabu, 13-7-2016

Ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, kami punya ayam jago yang kami beri nama Kunek. Di belakang rumah kami ada pohon pepaya yang selalu berbunga tapi tidak pernah berbuah. Saya dan abang saya sering mengguncang pohon itu agar bunganya berjatuhan. Kunek akan sibuk memakan bunga pepaya itu. Kalau kami berjalan ke sekolah atau ke pasar, Kunek suka ikut. Kami harus mengusirnya agar pulang. Suatu hari sepulang sekolah, kami tidak bisa menemukan Kunek. Mama mengaku sudah menjualnya ke tetangga yang memotongnya untuk merayakan Idul Fitri. Kami sedih sekali.

Setelah Kunek, kami punya ayam betina yang kami beri nama Kucek, untuk mengenang Kunek yang telah tiada. Setelah memberi kami banyak telur, riwayat Kucek juga berakhir di kuali. Ayam-ayam setelah Kunek dan Kucek adalah ayam tanpa nama. Hewan peliharaan kami setelah itu adalah tiga anak kucing yang lahir di kolong rumah, yang kami beri nama Kas, Kis dan Kus. Setelah itu kami mendapat seekor anak anjing yang kami beri nama Coki. Begitulah ... Kami selalu punya binatang peliharaan.

Binatang Peliharaan Dulu dan Sekarang

Dulu di desa, anjing kami tinggal di luar rumah, makan nasi seperti manusia, tidak pernah disuntik kecuali vaksin rabies. Ketika anjing saya diserang kutu, saya memandikannya, lalu membalurkan gilingan kapur barus ke seluruh badannya.

Sekarang kira-kira separuh dari teman saya memiliki binatang peliharaan (pet). Binatang peliharaan mereka beraneka rupa: ular, iguana, kuda, penyu, hingga yang paling banyak penggemarnya, anjing dan kucing. Seorang teman saya dari Indonesia memiliki burung hantu dan ayam. Anak saya memelihara anjing dan penyu Brazil. 

Anjing anak saya makan makanan khusus anjing. Dari kecil entah sudah berapa kali disuntik imunisasi ini itu, tiap bulan makan obat untuk mencegah penyakit jantung. Malam dia dikasih makan makanan khusus untuk membersihkan gigi dan menghilangkan bau mulut. Sebelum dia puber sudah disterilisasi dan disuntikkan “chip” kepemilikan. Kalau dia hilang dan ditemukan, bisa diidentifikasi. 

Penyu mendapat makanan khusus untuk penyu. Tempat penyu tinggal harus dibersihkan tiap minggu. Ada saringan khusus yang harus diganti secara periodik. Ada alat pemanas untuk musim dingin. Saya pikir biaya pemeliharaan anjing dan penyu itu sama besarnya dengan biaya untuk seorang anak zaman dulu di desa, mungkin malah lebih besar.

Pet

Di dalam “toko" binatang peliharaan di kota tempat saya tinggal ada klinik hewan, salon untuk memandikan dan memangkas bulu pet, “hotel” penitipan pet bila pemilik keluar kota atau keluar negeri, serta rak-rak penuh dengan segala pernak pernik yang dibutuhkan pet: makanan, vitamin, obat-obatan, shampoo. Ada rak khusus aksesori akuarium, sudut khusus untuk perabot seperti tempat tidur untuk kucing, kandang, akuarium, tiang dengan cabang-cabang yang didesain sedemikian rupa sebagai tempat kucing bermain. Tanaman untuk akuarium ada di sebelah akuarium tempat binatang air. Di toko itu juga bisa kita temukan pakaian, topi, kalung, tas, stroller, dan mainan untuk binatang kesayangan. Di lemari khusus yang dikunci ada berbagai item istimewa seperti pakaian rancangan desainer, kalung berhias batu berharga, dan entah apa lagi. 

Sulit untuk tidak peduli dan menerima bahwa kucing, yang dulunya dipelihara untuk mengusir tikus dari rumah, sekarang dipelihara bagai seorang anak. Ayam yang dulu dipelihara untuk telur dan dagingnya, kini dipelihara sebagai sesuatu yang “cute”, sebagai bagian dari terapi stres. Anjing untuk menjaga rumah, sekarang dipelihara sebagai teman, bahkan banyak yang menganggapnya sebagai bagian dari keluarga. Bagi anak-anak, binatang peliharaan bisa jadi teman bermain atau dianggap mainan. Bila hewan peliharaan sakit, pemilik sibuk mencarikan dokter hewan. Beberapa kali saya mendengar anjing yang dioperasi, kanker indung telur dan entah dengan indikasi apalagi. Bahkan ada kemoterapi dan transplantasi organ. Dokter hewan pun ada yang menjadi spesialis psikofarmakologi.

Memiliki hewan peliharaan di zaman sekarang, bukan sesuatu yang mudah dan juga tidak murah. Bisnis dan asuransi hewan peliharaan berkembang pesat. Saya pernah membaca, seorang anak perempuan di Amerika yang menjadi kaya dengan menjual biskuit anjing buatan sendiri di internet. 

Melihat semua fenomena ini, membuat kita berpikir bahwa hewan kini dipelihara bukan lagi karena nilai sebenarnya tapi lebih pada nilai psikologis. Bahkan hewan peliharaan sudah menjadi simbol status. Sepertinya sangat membanggakan memiliki anjing purebred (anjing ras murni) bukan? 

Sisi Buruk Memiliki Pet

Bagaimana anda memperlakukan anjing peliharaan anda? Memperlakukannya seperti manusia? Tidur bersamanya? Menciumnya atau membiarkan dia mencium anda? Hati-hatilah karena ludah anjing penuh dengan bakteri. Tidak percaya? Perhatikan bagian mana saja dari tubuhnya yang telah dia jilat, juga semua kotoran di jalanan yang dia ciumi.

Ada cerita tentang ini.

Suatu malam, istri Clive Goff --pembuat strap (tali) kamera merek Footprint dari Inggris-- harus memanggil ambulans ketika Goff tiba-tiba pingsan. Dalam waktu singkat tangan dan kakinya menghitam. Goff terinfeksi bakteri capnocytophaga canimorsus, harus dirawat di ICU dengan koma buatan selama seminggu. Berbulan-bulan dia dirawat dan menjalani beberapa kali operasi membuang jari-jari kaki dan tangannya yang mati. 

Capnocytophaga canimorsus adalah bakteri yang normal ditemukan pada mulut anjing dan kucing. Infeksi pada manusia terjadi melalui jilatan atau gigitan anjing atau kucing. Orang-orang dengan kondisi tertentu -- misalnya orang yang sudah diangkat kelenjar limpanya, alkoholik, dan orang yang menjalani terapi dengan immunosuppresant-- lebih mudah terinfeksi dari orang yang sehat.

Pet Disease
Source: footprintstraps.blogspot.com/

Kasus infeksi capnocytophaga canimorsus yang parah seperti yang dialami Clive Goff adalah kasus yang memang jarang terjadi. Tetapi tidak berarti kita aman dari bakteri dan virus lain yang ada dalam ludah anjing peliharaan kita. Karena itu jangan biarkan anjing menjilat luka anda. Selalu cuci tangan dengan sabun setelah anda menyentuh dan bermain dengan pet anda. Bila dia menjilat wajah anda, cucilah segera.

SaveSave

SaveSave

SaveSave

SaveSave

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.