Pantang Menyerah vs Pantang Kalah

Selasa, 13-9-2016

Motivasi, itulah yang paling saya butuhkan sejak dulu. Hidup harus disertai motivasi agar kita bisa bangkit meski tantangan datang silih berganti. Dalam perjalanan hidup seseorang, hampir dapat dipastikan ada banyak onak dan duri, selalu ada masalah dan rintangan. Jatuh dalam hidup yang keras adalah hal yang biasa. Kalau sering jatuh sehingga merasa tak ada tenaga lagi untuk bangkit, pada saat itulah dibutuhkan motivasi, baik yang datang dari diri sendiri maupun dari orang lain.

Yang paling utama adalah motivasi dari diri sendiri. Bagaimanapun hebatnya usaha orang lain memotivasi kita, tidak akan ada pengaruhnya jika kita menolak secara sadar maupun tanpa sadar.

Sadar akan pentingnya motivasi, membuat saya sering membaca buku-buku yang membahas tentang hal itu. Dari bacaan itu saya menemukan istilah “pantang menyerah". Agar bisa bertahan hidup (survive), kita harus tetap bersemangat dan memegang prinsip pantang menyerah. Apa pun yang dikatakan orang tidak akan menggoyahkan prinsip kita. Itu sebabnya saya sangat menyukai istilah ini - pantang menyerah.

Victory

Pengertian “pantang menyerah” berbeda dengan “pantang kalah”, istilah lain yang juga sering saya temukan dalam bacaan. Dalam “pantang kalah” tersirat pengertian yang lebih negatif, seakan-akan kita sedang bersaing. Juga seperti ada rasa iri terhadap orang lain. Perasaan ini membuat kita merasa harus bisa berbuat lebih baik dari yang lain. Dampak buruknya adalah kita akan terpancing untuk selalu melihat dan memikirkan apa yang dilakukan orang lain serta berusaha berbuat yang sama atau bahkan lebih. Kenyataannya, yang paling penting dalam hidup ini bukan bersaing atau mengalahkan orang lain, melainkan mengalahkan diri sendiri. Seperti kata Darwis Tere Liye dalam novelnya yang berjudul Pulang: “Ketahuilah Nak. Hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapa pun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah memenangkan seluruh pertempuran.”

Jadi, sebenarnya dalam hidup ini kita tidak perlu selalu berusaha mengungguli orang lain. Yang penting adalah mengalahkan diri sendiri, ego, ketidak-pedulian, ambisi, rasa takut, dan rasa ragu. Bila kita menang dalam pertempuran melawan diri sendiri, maka pertempuran lain akan menjadi lebih mudah. Itu sebabnya mengapa saya memilih “pantang menyerah” sebagai prinsip hidup, bukan “pantang kalah”. Saya percaya, hidup bukan tentang bagaimana bersaing dan mengalahkan orang lain tapi bagaimana kita berubah menjadi semakin baik.

Menjadi lebih baik dari tahun ke tahun adalah tujuan utama kita. Introspeksi - fokusnya diri sendiri, dan memikirkan bagaimana menghadapi tantangan hidup. Menjadi orang berpikiran positif akan jauh lebih menyenangkan. Orang yang berpikiran negatif sudah banyak, terlalu mainstream, kata anak muda sekarang. Mau jadi pemenang dalam hidup? Bersikap pantang menyerahlah, bukan pantang kalah!

SaveSave

SaveSave

SaveSave

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.