Termalas di Dunia

Minggu, 15-11-2015

Siapa orang termalas di dunia? Ada yang bertanya di situs Quora.  Saya pikir, kalau anda secerdas orang dalam cerita ini, bolehlah anda “malas”. Jika anda tidak merasa cukup smart, rajin dan tekunlah.

Apatis
Apa beda antara 'ketidaktahuan' dan 'apatis'? 'Saya tidak tahu' dan 'Saya tidak peduli'.

Ini adalah terjemahan dari salah satu jawaban yang dapat anda baca aslinya di sini.

Hari itu saya sedang sarapan di ruang makan di atas kapal militer Amerika, sewaktu seorang Operations Officer (OPS) berjalan masuk. Pria ini benar-benar sesuai dengan gambaran seorang yang NON 'manusia pagi'. Dia masih setengah tertidur, matanya setengah terkatup…. persis seperti zombie dengan bagelnya. Dia duduk di meja di seberang saya dan mulai makan bagelnya, dengan setengah sadar. Saya duduk membelakangi bagian luar kapal, sinar matahari pagi masuk melalui jendela kapal dan jatuh tepat ke wajah kantuknya. Dia menyipitkan matanya sambil mengunyah, dan hanya mengingat cara untuk bertahan hidup hari ini. Menyedihkan sekali memandang dia seperti itu.

Apatis
resep

Tiba-tiba zombie itu berhenti mengunyah, mengangkat telepon genggamnya dengan pelan dan menelpon ruang kemudi. Dengan suara “saya-masih-tidur”, dia berkata,”Heiii, ini OPS. Tolong geser kemudi sedikit, yeah, satu enam lima. Trims.” Telepon genggam dia letakkan, duduk diam, menyipitkan mata dan menunggu.

Kemudian, perlahan sekali, saya perhatikan bahwa lingkaran besar sinar matahari yang panas itu mulai bergeser dari wajah si zombie, pelannnn ke dinding di belakangnya. Sejenak kemudian, wajahnyapun terbebas dari sinar itu. Dia berkedip beberapa kali dengan lambat. Saya begitu terpesona oleh keindahan tiada tara yang baru saja saya saksikan. Dengan memerintahkan kemudi digeser 15 derajat saja, dia telah merubah arah perjalanan kami untuk memindahkan sinar matahari itu dari wajahnya. Dia baru saja mengubah arah pelayaran baja ribuan ton dan ratusan orang di dalamnya hanya untuk menyingkirkan sinar matahari dari wajahnya semasa dia sedang menikmati bagelnya! Saya TERPANA…!!!

Perlahan dia pungut bagelnya, sejenak saya ketakutan bahwa dia tidak tahu betapa jenius dirinya, bahwa dia tidak menyadari kelihaiannya berpikir dalam kemalasannya (karena dia pasti tidak akan bangun sepenuhnya hingga satu jam lagi). Tapi kemudian, dia berhenti antara suapannya dan melihat ke arah saya, memberikan senyuman licik yang amat sangat samar sebelum kembali menikmati dengan super pelan bagel zombienya.

Macet

 

SaveSave

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.