Hipertensi: Apa dan Bagaimana

Minggu, 30-10-2016

Seorang teman yang didiagnosa hipertensi (tekanan darah tinggi) bertanya pada saya, sebaiknya dia ke dokter spesialis apa. Jawabannya, ke dokter spesialis ginjal dan hipertensi.
Teman-teman yang bukan dari kalangan medis sering pula mencari tahu, apakah boleh memakan obat hanya ketika tekanan darah sedang tinggi. Ada juga yang bertanya mengapa tekanan darahnya tinggi padahal dia belum berusia 40 tahun. 
*
Kemungkinan seseorang menderita hipertensi lebih besar bila ada anggota keluarga dalam garis keturunannya yang menderita hipertensi, penyakit jantung, atau diabetes. Atau dia sendiri menderita diabetes, sering mengalami stres dan gelisah, usia makin lanjut, diet (kebiasaan makan) tidak sehat seperti terlalu banyak konsumsi garam dan alkohol, perokok, kurang berolahraga, dan kelebihan berat badan. Adalah Natrium, komponen utama garam, menahan cairan dalam tubuh dan mengakibatkan kenaikan tekanan darah. Orang yang menderita sleep apnea juga berisiko tinggi menderita hipertensi. Sleep apnea adalah pernafasan yang terganggu/terhenti sewaktu-waktu di kala tidur (sering terjadi pada orang yang kelebihan berat badan, terutama laki-laki yang tidur mendengkur). Hipertensi (sering disebut sebagai darah tinggi) diderita banyak orang, bukan hanya orang tua, tapi juga anak-anak dan remaja. Karena itu, seharusnya setiap orang memiliki pengetahuan tentang hipertensi.

Pengertian

Tekanan darah adalah besarnya tekanan oleh darah terhadap dinding pembuluh darah (arteri) sewaktu darah mengalir melewatinya. Tekanan yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Jika tidak dikontrol akan menaikkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, masalah pada mata, dan berbagai problem kesehatan lain.

Angka tekanan darah normal untuk orang dewasa rata-rata adalah 120/80. Angka 120 (sistolik) adalah tekanan darah pada saat jantung sedang kontraksi memompakan darah keluar jantung ke seluruh tubuh. Sedang angka 80 (diastolik) adalah tekanan darah saat jantung istirahat dan darah kembali ke jantung dari seluruh tubuh.

Gejala dan Penyebab

Banyak orang yang menderita hipertensi tanpa mengetahuinya karena tidak ada gejala sama sekali. Tekanan darah yang tinggi ini diam-diam merusak pembuluh darah, jantung, paru-paru, otak, dan ginjal. Tiba-tiba saja orang tersebut mendapat serangan jantung ataupun stroke. Karena itulah hipertensi sering disebut “silent killer”.

Hipertensi yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi esensial. Penyebabnya tidak diketahui pasti,  tetapi ada banyak faktor risiko menderita hipertensi, seperti faktor keturunan, jenis kelamin (penderita hipertensi lebih banyak laki-laki), dan usia lanjut.

Hipertensi yang penyebabnya diketahui disebut hipertensi sekunder. Penyebab yang paling sering adalah penyakit ginjal. Penyempitan pembuluh darah ke ginjal menyebabkan ginjal menganggap bahwa tekanan darah terlalu rendah. Ginjal akan mengeluarkan hormon yang kerjanya adalah menaikkan tekanan darah. Penyebab lain adalah kelainan pada kelenjar adrenal --kelenjar kecil di atas ginjal-- yang mengeluarkan hormon untuk menaikkan tekanan darah.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan peningkatan sementara tekanan darah, sebagai berikut:

- Stres memiliki hubungan erat dengan hipertensi. Walaupun meningkatkan tekanan darah hanya waktu ada stresor, stres yang berkelanjutan meningkatkan risiko penyakit jantung dan merupakan sumber berbagai kebiasaan buruk seperti pemakaian alkohol dan obat terlarang (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif), merokok, dan kebiasaan makan tak sehat. Kebiasaan buruk ini bisa menyebabkan hipertensi. 
- Kehamilan pada wanita tertentu yang sebelumnya tidak punya riwayat hipertensi. Hipertensi pada kehamilan perlu ditangani segera karena dapat berbahaya, baik bagi janin maupun bagi si ibu. Biasanya tekanan darah ibu kembali normal setelah melahirkan.
- Beberapa jenis obat, antara lain: obat flu, anti radang non-steroid seperti ibuprofen, decongestant (obat pilek untuk hidung mampet) seperti pseudoephedrine, obat migraine, steroid, pil KB, dan beberapa jenis antidepresan.
- Gelisah saat mengunjungi dokter bisa meningkatkan tekanan darah. Karena itu, sebaiknya ada alat periksa tekanan darah untuk dipakai di rumah saat tenang dan santai.
- Setelah olahraga atau aktivitas fisik lainnya.

Diagnosa

Tekanan darah dikategorikan sebagai tinggi (hipertensi) bila salah satu angka (sistolik ataupun diastolik) mencapai140/90 atau lebih tinggi, sekalipun tidak ada gejala. Tekanan darah antara 120-139 (sistolik) atau 80-89 (diastolik) disebut prehipertensi. Tekanan darah 180/110 atau lebih tinggi adalah keadaan krisis yang bisa menyebabkan stroke, serangan jantung, kerusakan ginjal, dan kehilangan kesadaran dalam waktu singkat. Gejalanya: sakit kepala, gelisah, mimisan, dan sulit bernafas. Keadaan ini harus mendapat penanganan segera.

Hipertensi

Apa yang harus dilakukan bila didiagnosa hipertensi?

1. Mengubah kebiasaan hidup (life style) - Terapkan kebiasaan makan yang sehat, perbanyak konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, diet rendah garam dan rendah lemak. Bila kelebihan berat badan, turunkan. Temukan cara mengatasi stres yang paling efektif bagi diri sendiri. Kurangi konsumsi alkohol (tidak lebih dari 700 cc bir bagi pria, 350 cc bagi wanita)

2. Olahraga - Orang dewasa setidak-tidaknya memerlukan sedikitnya 30 menit olahraga setiap hari, lima hari dalam seminggu. Berkebun, berjalan cepat, naik sepeda, atau jenis aerobik lain. Olahraga untuk menguatkan otot paling sedikit dua kali seminggu. Yoga, tai chi, latihan nafas- teknik relaksasi yang dilakukan bersama dengan diet dan olahraga.

3. Makan obat dan monitor tekanan darah dengan disiplin.

- Diuretik dipakai bila dengan diet dan olahraga tekanan darah tidak turun. Diuretik membuat kita sering buang air kecil untuk mengeluarkan natrium dan cairan tubuh. Efek samping: kelemahan otot, kram kaki, kelelahan.
- Beta-blocker - memperlambat denyut jantung. Efek samping: insomnia, pusing, lelah, tangan dan kaki dingin, kesulitan ereksi. 
- ACE inhibitor - menurunkan kadar angiotensin II, zat yang menyebabkan konstriksi pembuluh darah. Efek samping: batuk, kulit kemerahan, pusing, kenaikan kadar kalium darah. Wanita hamil tidak boleh makan obat jenis ini. 
- Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) - mencegah angiotensin II bekerja. Efek samping: pusing, kram otot, insomnia, kadar kalium darah meningkat. Wanita hamil tidak boleh makan obat ini. 
- Calcium Channel Blockers (CCB) - Kalsium menguatkan denyut jantung. CCB memperlambat masuknya kalsium ke sel jantung dan pembuluh darah memberikan efek relaksasi. Efek samping: pusing, denyut jantung cepat, pergelangan kaki bengkak, dan konstipasi (sulit buang air besar). Karena itu baik bila dimakan bersama makanan atau susu. Hindari minum obat ini bersama alkohol. 
- Obat-obatan lain. 

4. Jika mampu, belilah alat periksa tekanan darah dan periksa setiap hari di rumah. Ini penting untuk mengetahui seberapa efektif pengobatan yang dijalani.

Periksa TD

Hipertensi umumnya adalah keadaan seumur hidup. Penanganan yang baik menurunkan risiko stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.

Apa yang tidak boleh dilakukan bila didiagnosa hipertensi?

1. Makan obat hipertensi seperti obat yang dipakai orang lain - Tidak semua orang memerlukan obat hipertensi yang sama. Jangan sembarang makan obat hipertensi tanpa pemeriksaan dan persetujuan dokter. Demikian juga obat-obatan alternatif. Pemakaian yang salah justru bisa menaikkan tekanan darah. 

2. Makan obat sembarangan - Obat-obat tertentu menaikkan tekanan darah. Jika demam, sebaiknya makan acetaminofen dan bukan ibuprofen. Jika hidung mampet, sebaiknya makan antihistamin dan bukan yang mengandung pseudoephedrine.

SaveSave

SaveSave

SaveSave

SaveSaveSaveSave

SaveSave

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.