Belajar Fotografi Dasar: Komposisi Fotografi

Rabu, 30-12-2015

Musim liburan, musim jalan-jalan. Ada yang kurang kalau jalan-jalan tanpa kamera. Pemandangan indah terlalu sayang untuk dilewatkan, tetapi sering hasil foto tidak seindah yang diharapkan.

Seandainya saya seorang fotografer handal, tentu pemandangan indah ini bisa saya bagikan ke teman-teman. Sayangnya saya hanya bermodalkan kamera handphone. Bagaimana mungkin saya bisa menghasilkan foto seindah fotografer profesional.

Semua orang bisa menghasilkan foto yang bagus. Foto yang bagus tidak tergantung dari seberapa mahal atau canggihnya kamera anda, akan tetapi lebih tergantung kepada anda (sang fotografer). Dan tentunya, fotografer handal tidak harus fotografer profesional. Anda pun bisa menjadi seorang fotografer yang handal asal mengetahui rahasia para fotografer profesional.

Pada kesempatan ini saya akan membagikan salah satu rahasia fotografer profesional yaitu tentang komposisi sebuah foto.

1. Rule of thirds  

Secara gamblang rule of thirds adalah sebuah peraturan klasik komposisi foto untuk menghasilkan foto yang akan menarik dan nyaman untuk dilihat. Rule of thirds tidak dapat diterapkan kepada semua jenis foto. Foto tertentu akan terlihat lebih menarik apabila menerapkan prinsip rule of thirds.

Teknik nya sendiri sangat sederhana yaitu dengan meletakkan objek atau fokus utama sebuah foto pada sepertiga atau dua pertiga dari frame foto. Frame yang dimaksud adalah tampilan penuh hasil dari sebuah foto. Idealnya, objek (misalnya orang) yang akan difoto ada pada perpotongan garis horizontal dan vertikal dari frame yang membagi tiga frame tersebut.

Komposisi
Fokus objek foto berada pada sepertiga dari atas dan sepertiga dari kanan.

2. Sudut pandang

Hanya dengan mengubah sudut pandang anda, maka foto yang dihasilkan bisa menjadi lebih dramatis.

Komposisi adalah mengatur segala hal yang ada dan menampilkannya pada sebuah foto. Tidak semua benda dapat kita ubah posisinya. Untuk menghasilkan komposisi yang berbeda, caranya adalah dengan mengubah sudut pandang kita.

Contohnya, kita bisa mengambil foto dari lantai atau posisi dari bawah akan memberi kesan perspective yang kuat. Contoh lain, kita bisa mengambil objek melalui media lain, misalnya melalui pantulan air, atau melalui layar kamera handphone orang lain. Atau melalui kaca spion. Bisa juga melalui sendok, atau melalui sebutir tetesan air. Hasil dari foto akan lebih dramatis, atau unik.

Komposisi
Dengan mengubah sudut pandang sedikit ke atas, hasil foto pepohonan tampak lebih bagus.

3. Focal length (zoom) dan Perspective

Focal length adalah istilah teknis pada fotografer. Pengaturan focal length ada pada lensa. Tidak semua lensa bisa diubah focal length-nya. Ada lensa yang dibuat dengan focal length tertentu saja. Istilah lensa untuk focal length yang dapat diubah adalah zoom lens, sedangkan lensa dengan focal length yang tetap adalah prime lens.

Focal length sendiri secara sederhana adalah jarak antara lensa dan sensor gambar dari kamera ketika subjek dari foto pada kondisi fokus. Focal length biasanya dinyatakan dalam satuan milimeter.

Focal length menentukan lebar sudut pandang. Semakin lebar sudut pandang, maka semakin luas hasil tangkapan kamera.

Cobalah mengambil foto sebuah objek dengan mengubah dua hal, yaitu jarak anda (fotografer) ke objek dan melakukan zoom. Logikanya dengan ukuran objek yang (kurang lebih) sama, dapat dihasilkan dengan menjauhkan diri anda dengan objek, kemudian melakukan zoom in (memperbesar). Dengan mencoba beberapa kali jepretan, dengan hasil ukuran objek yang (kurang lebih) sama, akan tetapi perspective dari keseluruhan foto berubah. Perubahan perspective disebabkan karena jarak antara fotografer dengan objek berubah.

Komposisi
Di sini saya menggunakan focal length 18mm. Distorsi perspective jelas terlihat pada gedung kiri dan kanan.

4. Kreatif dengan komposisi.

Seperti saya sebutkan di atas, komposisi adalah pengaturan elemen yang ada pada foto. Akan baik sekali bila anda mencoba mengubah letak elemen yang dapat dipindahkan. Misalnya, meja yang mengganggu pemandangan dapat disingkirkan. Atau apabila anda menginginkan salju turun di Bundaran HI (Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta), maka anda boleh membuat hujan salju palsu untuk keperluan foto.

Kreatif lah karena apabila cara yang unik dilakukan oleh banyak orang maka cara tersebut tidak unik lagi. Foto yang dihasilkan juga akan membosankan karena semua orang melakukan hal yang sama. So, be creative!

Komposisi
Sepatu pendaki gunung yang membawa pemiliknya ke puncak.

 

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.