Benarkah Tidak Boleh Menyalakan Penyejuk Begitu Masuk Mobil?

Jumat, 11-12-2015

Mungkin pembaca pernah menerima “share” seperti ini (saya langsung salin tempel/copas/copy paste): 

Himbauan bagi yang punya mobil ber-AC...
Kota2 di Indonesia saat ini sangat panas, masuk mobil jangan langsung nyalakan AC. Udara dari semprotan AC bercampur dengan udara dalam mobil yang 'ngelekep/pengap', bisa menimbulkan udara yang menyebabkan kanker, bila dihirup. Mau naik mobil? O.K. boleh,
buka semua kaca, lalu nyalakan AC selama beberapa menit,
baru kemudikan kendaraan tersebut dapwt di tutup kaca2nya kembali.
Tidak heran, semakin banyak orang meninggal karena kanker.
Kita ber tanya2 dari mana saja penyebabnya?
Disini ada sebuah contoh yang menjelaskan insiden2 yang dapat menyebabkan kanker.
Menurut sebuah penelitian, dashboard mobil, sofa, pengharum mobil bisa menghasilkan Benzene , racun penyebab kanker (karsinogen).
Luangkanlah waktu & amatilah bau plastik dashboard yang terkena panas.
Selain menyebabkan Kanker, Benzene meracuni tulang2 anda, menyebabkan Anemia & menurunkan jumlah sel darah putih.
Bila terhirup terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan Leukemia, menambah resiko penyebab kanker.
Tingkat Benzene di dalam ruangan yang bisa ditoleransi sebesar 50mg/ft2.
Sebuah mobil yang terparkir di dalam ruangan dengan jendela tertutup akan mengandung 400-800 mg Benzene..
Jika parkir di luar ruangan dibawah sinar matahari pada temperatur 15 derajat ke atas, tingkat Benzene naik hingga 2000-4000 mg, 40X dari tingkat Benzene yang bisa ditoleransi.
Orang2 yang sewaktu masuk ke dalam mobil, tidak membuka jendela sama sekali, berakibat akan menghirup banyak racun yang dengan sangat cepat masuk ke dalam tubuh anda.
Benzene atau racun yang mempengaruhi ginjal & hati...
Buruknya, sangatlah sulit bagi tubuh untuk membasmi racun2 tersebut.
Jadi anda sekalian, bukalah pintu serta jendela mobil sebelum anda masuk & berilah waktu untuk racun2 yang mematikan ini keluar, sebelum anda masuk ke dalam mobil...
Semoga dapat bermanfaat 

Sumber Info Mercedes Benz Indonesia.

-----akhir pesan-----

Benzena

Benzena

Menurut American Cancer Society, terpapar benzena, baik karena inhalasi (terhirup), termakan, bahkan terserap melalui kulit, memang ada hubungannya dengan resiko leukemia.
Apa sebenarnya benzena itu? 
Benzena
adalah senyawa kimia organik dengan rumus molekul C6H6. Secara alami benzena terdapat dalam minyak bumi. Benzena mudah sekali menguap dan sangat berbahaya bagi kesehatan. 
Sejak tahun 1800an, benzena sudah dipakai untuk membuat banyak produk kebutuhan manusia, misalnya plastik, cat dan lem. Dalam cuaca sangat panas, benzena dalam produk-produk ini bisa menguap dan terhirup. Karena itu, di udara terbuka, bisa ditemukan benzena dalam kadar rendah. Selain itu, asap rokok juga mengandung benzena.
Keracunan benzene dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, bingung, jumlah sel darah yang abnormal, denyut jantung tidak teratur, sakit lambung, iritasi kulit, pembengkakan, kerusakan ginjal, dan kerusakan kromosom. Semakin lama terpapar semakin parah hingga terjadi anemi, leukemia dan semua akibat dari kekurangan sel darah, kerusakan sistem saraf, sulit tidur, hilang ingatan, penyakit ginjal dan masalah reproduksi.

Penelitian oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization di Australia pada tahun 2001 menemukan gas karsinogen (pemicu kanker) dalam mobil baru, salah satunya adalah benzena. Penelitian lain oleh sebuah organisasi pecinta lingkungan di Michigan, Amerika pada tahun 2012, menemukan bahwa udara di dalam 200 mobil baru mengandung karsinogen.

Penelitian yang lebih baru lagi oleh Osaka Institute of Public Health menemukan 113 jenis gas dalam mobil baru. Perlu empat bulan hingga kadar zat berbahaya ini di udara dalam mobil baru turun ke kadar ‘aman’. Begitupun, sewaktu musim panas, kadar ini akan naik lagi bila mobil diparkir dalam keadaan tertutup di bawah terik matahari.

Anehnya, penelitian lain oleh Technical University of Munich, Jerman, pada tahun 2007 terhadap sebuah mobil baru dan sebuah mobil berusia tiga tahun yang diparkir di bawah sinar matahari, tidak menemukan gas dalam kadar yang berbahaya bagi kesehatan dalam mobil yang diparkir tersebut. Penelitian itu menemukan jumlah benzene dalam mobil baru hanya sepersepuluh dari yang disebutkan tadi.

Terlepas dari mana yang benar, mobil-mobil baru sekarang dibuat sedemikian rupa untuk meminimkan penggunaan bahan yang mengandung benzena, di antaranya adalah produk baru dari Toyota dan Ford.

Apa yang harus dilakukan?

1. Parkirlah mobil di tempat yang teduh.

2. Saat masuk kembali ke dalam mobil setelah parkir waktu cuaca panas, sebaiknya buka jendela sebentar. Mobil diparkir di bawah terik matahari dalam keadaan tertutup akan menyebabkan efek rumah kaca sehingga udara dalam mobil menjadi lebih panas dari udara luar. Karena itu sewaktu masuk ke dalam mobil, buka dulu jendela agar udara luar masuk menggantikan udara dalam mobil yang panas dan mengandung zat berbahaya. Setelah itu baru hidupkan air conditioner (AC atau penyejuk udara), dengan demikian udara dalam mobil lebih cepat nyaman.

3. Di tempat yang tidak terlalu tinggi polusinya, boleh coba matikan ac dan buka jendela (kecuali bila anda berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan). Selain menghindari terakumulasinya gas berbahaya di dalam mobil tertutup, anda juga hemat energi.

4. Sebetulnya, bukan menghidupkan atau tidak menghidupkan AC yang jadi masalah, melainkan udara dalam mobil yang tertutup. Logikanya: jika anda menghidupkan AC, tentu kaca jendela ditutup bukan? Sebenarnya tidak ada salahnya anda menghidupkan AC begitu mobil jalan, tapi anda harus membuka jendela agar terjadi pergantian udara, walau AC yang sudah dihidupkan jadi sia-sia.

5. Pada akhirnya, besar kecilnya resiko yang anda dapat dari gas karsinogenik tergantung pada kadar dan rentang waktu (durasi) anda terpapar.

SaveSave

SaveSave

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.