Betulkah Harus Mengunyah 50 Kali?

Senin, 19-10-2015

Di sekolah, kita diajari untuk mengunyah makanan 30 kali sebelum ditelan. Ada yang mengatakan, Nabi Muhammad mengajarkan untuk mengunyah 33 kali. Ada pula orang yang percaya kita harus mengunyah 32 kali karena kita memiliki 32 gigi. Seorang ahli dari Jepang mengatakan seharusnya mengunyah makanan 50 kali sebelum ditelan. Saya mendapat informasi bahwa seorang guru dari India mengatakan 100 kali !!! Jika anda orang yang punya banyak waktu berlebih dan suka, silakan menghitung berapa kali anda mengunyah sebelum menelan.

Mengapa mengunyah penting

  1. Agar ukuran makanan menjadi kecil dan mudah dicerna lambung. Makanan yang dicerna baik, gizinya lebih mudah diserap usus.
  2. Sebenarnya begitu kita mencium makanan, air ludah sudah mulai diproduksi. Ludah mengandung enzim pencernaan. Waktu mengunyah, ludah diproduksi terus untuk membantu proses menelan dan pencernaan.
  3. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik, mungkin mencapai usus halus tidak dalam keadaan tercerna. Di sana, bakteri akan mencernanya dan bisa menyebabkan gas, kembung, diare dan masalah pencernaan lain.
  4. Perlu waktu untuk otak kita sebelum memberi tahu bahwa kita sudah kenyang. Orang yang makan terlalu cepat, sebelum merasa diri kenyang masih bisa terus makan, akibatnya mereka sanggup makan lebih banyak dari temannya yang makan dengan lambat. Mengunyah lebih lama baik untuk orang yang ingin menurunkan berat badan.
  5. Mengunyah perlahan memberi kita kesempatan menikmati makanan kita.

Tidak ada patokan berapa kali harus mengunyah, karena ini tergantung dari makanan apa yang sedang kita makan. Sesuap nasi goreng telur mungkin hanya perlu 10 kunyahan sudah boleh ditelan, tapi sepotong daging yang cukup besar mungkin butuh paling sedikit 30 kunyahan.

Bagaimana cara makan yang baik?

  1. Santai, tidak dikejar waktu.
  2. Bisa konsentrasi makan tanpa distraksi lain, seperti sambil bekerja atau bermain.
  3. Makan sesuap dan kunyah. Bukan memasukkan sesuap besar sehingga pipi mengembang dan mulut tak bisa ditutup rapat.
  4. Kunyah hingga makanan halus dan telan habis sebelum memasukkan suapan berikut.
  5. Makanan merata di mulut sehingga gigi di kedua sisi rahang mengunyah makanan dalam jumlah yang sama. Ini agar otot dan tulang kedua sisi wajah bekerja sama berat.
  6. Sebaiknya tidak mengunyah sesuatu yang bukan makanan seperti permen karet karena waktu mengunyah, tubuh mengira kita sedang makan, lambung akan mengeluarkan asam lambung dan enzim pencernaan, padahal tidak ada makanan. Ini dapat mengakibatkan kembung dan masalah lain. Jika suka permen karet, konsumsi beberapa menit sebelum atau sesudah makan.

Bolehkah minum selagi makan?

  1. Minum air - Boleh! Setiap orang memiliki tubuh yang berbeda. Jika anda merasa perlu minum sewaktu anda sedang makan (dengan catatan, makanan sudah dikunyah dengan baik sebelum ditelan), berarti tubuh anda memang memerlukan minuman itu. Mungkin karena anda sedang dehidrasi. Minumlah setelah makanan di mulut ditelan habis, setelah itu baru lanjutkan lagi makan. Untuk mencegah perlu minum waktu makan, selalu jaga tubuh tidak dehidrasi sepanjang hari. Selalu minum dulu paling tidak 20 menit sebelum makan. Bila anda bekerja di kantor, sediakan air minum di dekat anda. Sebelum beranjak menuju tempat makan, minumlah dahulu.
    Kemungkinan lain adalah makanan yang anda makan memang sangat kering. Beberapa teguk air tidak akan membuat lambung anda tercuci dari enzimnya.
  2. Minuman yang manis membuat anda lebih cepat kenyang. Bila ingin anak anda makan lebih banyak, jangan beri minuman yang manis bersama makanannya atau sebelum makan.
  3. Hindari minum air es selagi makan, terutama bila lambung anda sensitif terhadap minuman yang dingin. Ini bisa menyebabkan sakit perut dan memperlambat proses pencernaan.
  4. Sebaiknya tidak minum minuman beralkohol dan yang bersoda karena bisa menurunkan produksi air ludah dan menghambat pencernaan.

Tubuh perlu air yang cukup untuk proses pencernaan dan penyerapan nutrisi:

  1. Kelenjar ludah menghasilkan air ludah yang mengandung enzim pencernaan
  2. Lambung menghasilkan cairan lambung yang mengandung asam lambung untuk membunuh bakteri yang ikut masuk bersama makanan dan enzim pencernaan untuk mencerna makanan yang masuk lambung sehingga mudah diserap usus.
  3. Hati adalah bagian dari sistem penyebaran nutrisi makanan yang diserap oleh usus. Sama dengan organ lain dalam tubuh, untuk bekerja dengan baik, hati perlu cairan yang cukup.

Kekurangan air menyebabkan kotoran menjadi keras yang bisa mengakibatkan konstipasi (sulit buang air besar).

Mengunyah

Anak makan lebih lambat karena mengunyah bagi mereka lebih sulit terutama yang giginya belum cukup kuat atau lengkap. BUKAN berarti mereka boleh makan lama karena ada kemungkinan makanan hanya dikulum dalam mulut. Makanan yang dikulum menyebabkan bakteri dalam mulut mencerna makanan itu yang bisa mengakibatkan kerusakan gigi. Jika makanan terus dikunyah dan ditelan, produksi air ludah tetap berjalan, air ludah ‘mencuci’ bakteri dari rongga mulut dan menetralkan keasaman cairan mulut. Asam bisa menyebabkan enamel gigi aus yang memudahkan kerusakan gigi.

Usahakan anak selesai makan dalam waktu 30 - 45 menit. Agar anak berselera makan, hindari hal lain yang menarik perhatiannya dari makanan seperti televisi atau permainan. Usahakan menyediakan makanan sehat yang disukai anak dan menghidangkannya dengan cara yang menarik. Hindari memaksa anak makan makanan tertentu yang tidak disukainya. Ingatlah bahwa anda juga mungkin memiliki beberapa jenis makanan yang tidak anda sukai.

SaveSave

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.