Bob Novandy - Pejuang Pelestarian Lingkungan

Sabtu, 8-10-2016

Bob Novandy adalah pria yang memiliki tangan terampil bila memegang gunting dan cutter. Sejak tahun 1981, tahun saya pertama kali kenal pria yang selalu memperlihatkan senyum ketika berbicara itu, selalu membawa gunting kecil di sakunya. Saya tak tahu untuk apa saja gunting itu digunakan. Tapi dia memakai gunting itu untuk mencukur rambut saya dan teman-teman lain di kampus. Praktis, Bob menjadi pencukur pribadi buat saya ketika itu. Bila rambut saya panjang, Bob mencari koran bekas, membolongi bagian tengahnya, lalu koran yang sudah bolong di tengah itu dikalungkan ke kepala saya. Koran berfungsi sebagai pelindung dari potongan rambut yang jatuh ke baju dan tubuh. Beberapa teman juga mendapat pelayanan yang sama dari Bob. Sejak awal mencukur sampai selesai, Bob selalu tersenyum, kalau tidak sedang bicara. Entah di mana disimpan cadangan senyum yang tak pernah habis diumbar itu.

Kuliah selesai. Saya tak berjumpa Bob lagi. Bila Reuni, saya datang, Bob datang, bertemulah kami. Tak lupa saya menyodorkan kepala untuk digunting. Tetap dengan penutup koran. Tentu saja kami mencari tempat yang agak tersuruk agar aksi ini berlangsung nyaman.

Beberapa tahun kemudian saya jarang ikut reuni. Lalu saya kehilangan Bob. Untunglah ada Facebook, yang membuat saya sering berjumpa dengan Bob.

Tapi Bob sudah berbeda. Dia sudah kondang. Keahliannya masih tetap, memegang gunting. Kali ini ditambah dengan cutter. Gunting dan cutter itu digunakannya untuk meracik lampion berbahan baku botol yang digunakan untuk kemasan air bening atau air minum berwarna.

Diam-diam saya kagum pada Bob. Di Facebooknya terpampang foto dia sedang memberikan training kepada kelompok orang yang ingin belajar membuat lampion seperti yang diproduksi Bob. Ia sudah terbang ke beberapa pulau di Indonesia membagikan keahliannya sambil terus membawa senyum.

Foto lain di Facebook Bob adalah gambar dia bersama orang terkenal. Banyak sekali tokoh yang telah berfoto bersama dia. Bob juga selalu membawa buku tulis. Setiap bertemu dengan orang yang mengagumi karyanya, dia meminta orang itu menuliskan komentar di buku itu, lengkap dengan tandatangan si tokoh. Kini, telah empat buku penuh dengan komentar dan tandatangan para tokoh itu.

Karena termasuk dalam barisan pengagum Bob, saya janji bertemu Bob di McDonalds Sarinah. Dia memang tampak makin tua, seperti saya juga. Tapi, dia tak lupa membawa senyumnya. Selain itu, dia juga membawa dua lampion karyanya. Lampion itu ditaruh di meja sambil kami ngobrol. Hasilnya, banyak orang mendatangi meja kami dan bertanya tentang lampion yang di meja itu. Bob dengan senang hati dan penuh senyum menjelaskan kepada mereka proses pembuatan lampion warna-warni itu.

Bagaikan ketemu seleb, mereka juga minta berfoto bersama Bob. Foto di tulisan ini adalah sebagian dari orang yang menyapa dan mendapat penjelasan dari Bob tentang lampionnya.

Bob

Hari itu, adalah hari ulang tahun keempat Bob bertemu dengan Jokowi. Dia senang sekali menceritakan pertemuannya dengan Jokowi dan dia hafal pesan yang disampaikan Jokowi kepadanya. Intinya, kegiatan yang dilakukan Bob adalah bagian dari penyelamatan lingkungan.

Satu-satunya tokoh yang menurut Bob membuat dia kecewa adalah Anies Baswedan karena pada suatu hari Bob merasa tidak diindahkan oleh Anies ketika dia berusaha memperlihatkan lampion karyanya.

Tirai
Tirai Allah - Tirai Asmaulhusna yang dibuat dari 99 botol plastik bekas menyabet juara satu pada lomba se Jakarta.
Lampion Pendeteksi Gempa
Lampion Pendeteksi Gempa
Ungu
Lampion dari botol plastik bekas

 

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.