Diabetes - Apa dan Bagaimana

Rabu, 12-4-2017

Beberapa hari yang lalu saya menemani seorang kawan ke klinik gigi untuk membuat gigi palsu. Saya kaget, tidak ada satu pun giginya yang tersisa, padahal usianya “baru” 55 tahun. Di negara yang sistem perawatan kesehatannya begitu maju --yang dokter giginya tidak bersedia mencabut gigi susu anak saya yang sudah hampir copot, yang mati-matian berusaha “menyelamatkan” gigi saya walau lobangnya sudah besar sekali-- kok masih ada orang belum dapat dikatakan tua sudah kehilangan semua giginya (dia kehilangan semua giginya beberapa tahun yang lalu). Ternyata dia menderita diabetes (kadar gula darah tinggi) tanpa dia sadari, mungkin untuk waktu yang sudah lama.

Gigi

Saat seseorang didiagnosa menderita keadaan yang dilabel sebagai kondisi seumur hidup seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes (gula darah tinggi), pasti yang dia ingin ketahui adalah: apa yang harus dilakukan; apa yang tidak boleh dilakukan, tidak boleh dimakan, apakah harus makan obat seumur hidup.

Normalnya, pankreas (organ tubuh dekat lambung) menghasilkan hormon insulin yang berfungsi membantu tubuh mengatur penggunaan gula dan lemak dari makanan yang kita makan. Diabetes bisa terjadi karena: pankreas menghasilkan terlalu sedikit insulin atau tidak sama sekali; atau tubuh tidak bereaksi dengan baik terhadap insulin tersebut. Tidak ada obat atau cara apa pun yang bisa membuat kedua keadaan ini menjadi baik. Penderita diabetes harus mengubah cara hidupnya agar tetap sehat dan gula darah terkontrol dalam batas normal.

Darah beredar ke seluruh bagian tubuh. Kadar gula darah yang terlalu tinggi akan berpengaruh pada seluruh bagian tubuh yang mendapat aliran darah.

Ada tiga jenis utama diabetes: tipe 1(tubuh tidak membuat insulin)— Biasanya dimulai sejak kanak-kanak, tipe 2 (tubuh tidak bisa menggunakan insulin yang ada)— Biasanya terserang setelah besar/dewasa. Tipe yang ketiga adalah diabetes gestasional (diabetes yang terjadi waktu hamil).

Satu dari empat orang penderita diabetes tipe 2 tidak menyadari bahwa dia mengidap diabetes. Mereka dan penderita yang menolak ditangani karena kesalahpahaman --bila makan obat maka harus makan obat seumur hidup, sedang kalau tidak makan obat juga “tidak apa-apa”-- akan menderita komplikasi dari kadar gula darah yang tinggi itu seperti: halitosis (nafas dan mulut bau), luka yang tidak kunjung sembuh, kerusakan saraf, penyakit jantung, kerusakan gusi, tanggalnya gigi, impotensi, kebutaan, dan masih banyak lagi. Karena itu sangat penting untuk mengetahui sedini mungkin bila menderita diabetes dengan cara mengetahui faktor risiko menderita diabetes dan mengenal gejala awal diabetes.

Faktor Risiko dan Gejala Awal Diabetes
Hidup dengan Diabetes

SaveSave

SaveSave

Komentar

Tante Rose, mohon penjelasan ttg diabetes yg terjadi waktu hamil lbh detail lg, tulisan ttg ini sangat berguna, karna mama sy sblm meninggal adlh penderita diabetes, nenek sy jg demikian, dan bbrp sodara mama jg menderita itu. Ini sangat menakutkan, trimakasih,

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.