Jadi Turis di Kamboja: Ta Prohm dan Ta Keo

Selasa, 31-1-2017

Setelah mengunjungi Angkor Wat pagi itu, perjalanan kami lanjutkan menuju Ta Prohm, sekitar 8 kilometer di timur laut Angkor Wat.

Ta Prohm 
Kuil yang awalnya bernama Rajavihara ini mulai dibangun pada akhir abad XII (1186) oleh Raja Jayavarman VII untuk menghormati keluarganya. Dinding luar kuil berukuran 1000 X 650 meter mengelilingi tanah datar tempat kuil berdiri (tidak berbentuk piramid). Pada monumen di kuil tercatat bahwa pada masa dibangun, ada lebih dari 12.500 orang (termasuk 18 pendeta dan 615 penari) tinggal di area ini dengan sekitar 800 ribu jiwa di desa-desa sekitar kuil. Tercatat juga kekayaan kuil seperti emas, mutiara, dan sutera pada monumen tersebut. Perkembangan kuil terus dilakukan hingga masa kekuasaan Srindravarman pada akhir abad XV.

Peta
Ta Prohm 1
Wajah Prajnaparamita (simbol kebijaksanaan) yang terpahat menggunakan ibunda Raja sebagai model. 

Kuil ini digunakan juga sebagai universitas Buddha Mahayana. Kondisi kuil sekarang hampir sama dengan ketika pertama kali ditemukan setelah terlantar selama berabad-abad pasca keruntuhan Khmer. Lingkungan dan udaranya yang asri dengan pepohonan yang tumbuh menyatu dengan bangunan kuil dan juga hutan di sekelilingnya membuat Ta Prohm menjadi salah satu kuil yang paling banyak dikunjungi. Sangat disayangkan teralu banyak patung yang dicuri. Ta Prohm masuk dalam daftar World Heritage pada tahun 1992.

Ta ProhmDvarapala
Ta Prohm 2
Lokasi pembuatan film Tomb Raider. Sejak tahun 2013, Archaelogical Survey of India melakukan banyak perbaikan untuk melindungi peninggalan sejarah ini.
Atap Batu
Batu-batu besar yang disusun menjadi langit-langit.

Walaupun Ta Prohm menakjubkan dan pernah menjadi lokasi untuk film aksi-petualangan Amerika, Tomb Raider, saya pribadi lebih menyukai reruntuhan Beng Mealea yang kesannya belum tersentuh. Ta prohm terkesan sudah "dirapikan". 

Pohon

Ta Keo

Dari Ta Prohm hanya butuh waktu 4 menit dengan mobil untuk mencapai Ta Keo (1,5 kilometer).

Ta Keo
Ta Keo

Ta Keo adalah kuil berbentuk piramid lima tingkat yang dikelilingi parit besar. Di tingkat teratas ada lima menara yang tersusun secara quincunx (seperti lima titik pada  dadu). Raja Jayavarman baru berusia 10 tahun waktu dia mewarisi tahta dari ayahnya Rajendravarman, pada tahun 968. Tahun 975, waktu dia berusia 17 tahun, dia mulai mendirikan Ta Keo yang disebut juga Hemagiri (gunung dengan puncak emas). Ukiran di sini tidak sebanyak ukiran di kuil-kuil lain. Konon kuil ini disambar petir sebelum selesai didirikan dan pembangunannya sempat berhenti lama karena peristiwa itu dianggap pertanda buruk. Kuil baru selesai dibangun pada masa kekuasaan Suryavarman I.

Walau tidak seindah Angkor Wat, jika ada waktu paling sedikit 30 menit, boleh singgah dan naik ke tingkat paling atas kuil. Dari atas, pemandangan hutan dan sawah juga sangat indah.

Dari Ta Keo kami menuju Angkor Thom dan Phnom Bakheng.

Baca juga: Jadi Turis di Kamboja

SaveSave

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.