Reminiscence (Bagian IV)

Sebelumnya: Reminiscence (Bagian III)

Malam pertama saya berada di Padangsidimpuan, saya dan teman saya, Dokter Neny, naik becak pergi makan malam di suatu restoran yang baru buka. Saya senang sekali. Di Taiwan tidak ada becak. Saya berusaha mencari becak dayung di antara banyak kendaraan yang lalu lalang di tengah kota Padangsidimpuan, tapi tak tak satu pun saya temukan. Kini semua becak di kota ini pakai mesin.

Becak Padangsidimpuan
Becak Padangsidimpuan -- Sepeda motor yang digunakan biasanya jenis scooter.

Dulu becak dayung ada dua jenis, becak untuk mengangkut orang dan “becak barang” yang tidak ada tempat duduk maupun “atap”nya. 

Becak Medan
Becak Medan -- Sepeda dayung diganti dengan sepeda motor yang jenisnya berbeda dengan becak Padangsidimpuan.
Becak Medan Modern
Becak Medan zaman now

Mungkin generasi yang akan datang tidak akan pernah mengira bahwa pada suatu saat di zaman dulu, naik becak adalah satu kemewahan. Saya teringat, begitu banyak anak-anak dan remaja naik becak “raun-raun” keliling kota waktu Imlek di awal tahun 1970-an. Di malam takbiran, becak ramai berparade di jalan raya. Itu hanya pada saat hari besar. Di hari-hari biasa, biasanya kalau masih bisa jalan kaki, orang lebih memilih berjalan kaki, menghemat ongkos.

Sewaktu saya masih duduk di bangku SD, ada seorang tukang becak dayung “langganan” (W) yang tinggal dekat rumah kami. Dia sering tidak mau terima ongkos kami. Jalan di depan rumah kami waktu itu agak menanjak. Setiap W lewat dengan penumpang di depan rumah dan kebetulan kami lihat, kami berlari-lari dan membantu dia mendorong becaknya hingga melewati tanjakan. Mungkin karena itu W sangat sayang kepada kami. Zaman itu jalan raya sepi, tidak banyak mobil yang lewat.

Becak Toraja
Becak Toraja, Sulawesi Selatan -- Sepeda motornya dipasang di belakang tempat duduk penumpang, tetapi "atap" becak memanjang ke belakang melindungi pengemudi.
Becak Gorontalo
Becak Gorontalo, Sulawesi -- Becak Sulawesi keren, dengan pelindung untuk pengemudi juga. Foto oleh Ng Sebastian.

Cerita lain yang lucu saya dengar dari guru saya yang kebetulan melihat adik saya yang baru masuk kelas satu Sekolah Dasar menawar becak saat pulang sekolah. Dia menghampiri salah satu dari sekian banyak becak yang sudah menunggu di depan sekolah. Seharusnya menawar itu meminta harga diturunkan, tetapi adik saya meminta harga yang lebih tinggi dari yang disebut tukang becak. Tukang becak itu tertawa. Buat apa menawar? Kalau mau bayar lebih, dilebihkan saja. Tapi, adik saya yang murid kelas satu SD itu mungkin berpikir harus ada kesepakatan dulu dengan si penarik becak.

Becak bukan hanya ada di Indonesia. Tahun 2004 saya ke Malaysia dan naik becak dayung yang pengemudinya orang Cina Malaysia. Saya juga pernah melihat becak di Paris, Berlin, dan Beijing. Di sana ada jalur khusus untuk becak agar tidak mengganggu lalu lintas. Becak mereka biasanya untuk keperluan mengangkut barang atau untuk penumpang di daerah turis saja. 

Becak Paris
Becak Paris -- Pengemudi terlindung. Sepeda dikayuh dulu untuk menghidupkan mesin.
Becak Beijing
Becak Beijing -- Pengemudi juga terlindung.
Becak Berlin
Becak Berlin -- Saya yakin di hari hujan, becak ini tidak beroperasi. Ha ha ha.
Becak Filipina
Becak Filipina -- Ada yang pengemudi becak di depan, ada yang di sisi. Pengemudi kedua jenis becak bermotor ini terlindung dengan baik.

Becak mereka tidak memakai tenaga manusia untuk mengayuh, tapi menggunakan energi listrik, tanpa polusi, dan tidak membuat penumpang merasa “tidak manusiawi”. Tapi agaknya banyak yang tak tahu bahwa pada awalnya becak hanya didorong dengan tenaga manusia. Mungkin karena itu, pada awal 1990an di Yogyakarta, saya mendengar seorang turis dari Taiwan nyeletuk (dengan bahasa Mandarin), “Sungguh tidak manusiawi, supirnya mendayung setengah mati. Tega sekali orang-orang ini.”

Selanjutnya: Reminiscence (Bagian V)

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Di Taiwan sayur paku sarang burung adalah kegemaran orang lokal. Biasanya mereka tumis dengan...

Rose Chen

Mungkin banyak yang belum pernah makan umbi bunga lily (bunga bakung). Umbi bunga lily bisa...

Rose Chen

Biasanya saya masak daun labu siam dengan kuah santan. Ribet karena harus menggiling bumbu halus...

Rose Chen

Kami tidak biasa makan nasi waktu sarapan. Biasanya jenis roti atau pancake. Di sini saya...

Rose Chen

Mimisan adalah keluarnya...

Rose Chen

Salah satu fungsi...

Rose Chen

Ini bukan tentang "new normal" jaga jarak, pakai masker, cuci tangan atau yang lainnya dalam...

Rose Chen

Semua virus termasuk virus penyebab COVID-19, SARS-CoV-2 berkembang biak dalam sel hidup dengan...

Rose Chen

Beberapa hari yang lalu seorang sahabat bertanya, apakah Ivermectin bisa dipakai untuk terapi...

Rose Chen

Catatan: Tulisan ini sebenarnya adalah jawaban saya kepada teman yang bertanya melalui...

Rose Chen