Tinggi Badan dan Olahraga

Minggu, 27-11-2016

Banyaknya orang yang ingin menambah tinggi badan membuka peluang bagi para pebisnis untuk mendapatkan keuntungan. Segala cara ditawarkan dan dijanjikan akan memberi hasil yang menakjubkan, mulai dari obat, alat, diet sampai olah raga dengan alat tertentu. Sebaiknya tidak begitu saja mempercayai janji-janji itu karena walaupun mungkin obat-obat yang dikatakan bisa menambah tinggi badan itu sebenarnya hanya vitamin biasa tapi mungkin juga bisa membahayakan. Pil yang mengandung hormon bisa mengacaukan sistim endokrin (hormonal) dalam tubuh kita. Berbagai hal bisa terjadi, wanita mungkin tiba-tiba jadi berkumis, laki-laki bingung karena payudaranya tiba-tiba membesar. Diet mungkin akan merampingkan tubuh sehingga kelihatan lebih tinggi, tapi tidak benar-benar memanjangkan tulang.

Tinggi badan ditentukan banyak faktor. Yang terutama adalah keturunan. Jika orangtua pendek, tapi kakek atau nenek tinggi, masih ada harapan anak lebih tinggi dari orangtua.

Kita berhenti bertumbuh pada usia sekitar 20an (berlainan pada setiap individu) dengan pengecualian pada penyakit-penyakit tertentu yang sangat jarang ditemukan. Setelah berhenti bertumbuh, apapun pil yang dimakan tak akan menambah tinggi badan. Satu-satunya cara adalah operasi, tapi ini operasi yang sulit dan seperti operasi lain, juga ada risikonya. Selain itu, dokter tidak akan melakukan operasi ini tanpa indikasi yang sangat penting.

Faktor lain adalah nutrisi. Nutrisi seimbang perlu untuk pertumbuhan tulang dan otot. Tentu ini bagi yang sedang bertumbuh. Yang sangat penting adalah protein, kalsium dan Vitamin D yang cukup. Tidak ada makanan ajaib yang dapat menambah tinggi badan begitu kita berhenti bertumbuh.

Karena itu bagi yang belum berhenti bertumbuh, hargailah periode yang singkat ini dengan menghindari hal-hal yang mencegah pencapaian tinggi maksimum seperti: merokok dan memakai obat terlarang, tidur terlalu larut (setelah jam 11 malam), makanan tidak sehat dan tanpa variasi, tidak/kurang berolahraga.

Berolahraga dengan Benar

1. Bervariasi - Seperti makanan yang harus bervariasi agar memperoleh nutrisi yang memadai, demikian juga jenis olahraga yang berbeda setiap minggu sangat baik supaya berbagai bagian tubuh mendapat manfaatnya.

2. Menggunakan perlengkapan yang aman - Bila tidak ingin kaki cedera, pakailah sepatu khusus untuk olahraga tertentu seperti sepatu untuk lari, sepatu untuk bermain bola basket.

3. Mengerti cara olahraga yang benar - Lari, naik sepeda, yoga, pilates, angkat berat dan lain-lain, jika tidak dilakukan dengan benar, akan menyebabkan cedera.

4. Selalu lakukan pemanasan, cool down dan stretching. Beberapa menit pemanasan perlu untuk meningkatkan peredaran darah serta melumasi sendi. Selain itu, otot yang tidak cukup panas tidak menyerap shock dan impact dengan baik, akibatnya sendi gampang cedera. Cooling down penting supaya denyut jantung menurun secara perlahan hingga normal, bila tak dilakukan, bisa menyebabkan pusing dan bahkan pingsan. Stretching sewaktu otot masih panas dan elastis akan meningkatkan mobilitas sendi.

5. Tidak berlebihan. Baik durasi, frekuensi maupun jenis olahraga. Untuk pemula, 30 menit sudah cukup. Seminggu dua kali dengan tenggang waktu untuk badan istirahat dan pulih. Naikkan durasi dan frekuensi perlahan-lahan. Semua bagian tubuh mulai dari jantung, paru-paru, otot, tulang, perlu menyesuaikan diri untuk kebiasaan olah raga ini. Olah raga yang high-impact (seperti lari, lompat, di mana satu atau kedua kaki kita terangkat dari tanah, lalu waktu mendarat, tubuh kita harus menyerap dampak hentakan itu), memberi stres lebih besar kepada sendi dan tulang. Karena itu, bila belum terbiasa olahraga, sebaiknya menghindari berlari dan melompat. Olahraga low impact yang bisa dipertimbangkan antara lain: berjalan, berenang dan bersepeda. Sementara itu kita bisa melatih otot tungkai agar kuat. Bila otot tungkai telah kuat, berlari dan melompat lebih aman. Angkat berat yang berlebihan bisa mencederai tulang. Lebih baik aman daripada menyesal kemudian. Tulang belakang yang cedera sangat sulit pulih kembali.

Peningkatan frekuensi dan durasi olahraga, paling ideal adalah hingga maksimum sekali berolahraga 45 - 90 menit (termasuk warm up, cool down dan stretching). 3 - 4 kali seminggu.

Saya tidak bisa bertambah tinggi lagi, apa yang harus saya lakukan?

1. Olahraga teratur memelihara kekuatan otot dan tulang. Tulang belakang yang kuat tidak mudah melengkung. Tulang yang melengkung membuat tubuh semakin pendek.
2. Kalsium dan nutrisi yang baik mencegah kerapuhan tulang.
3. Postur yang baik. Tubuh yang membungkuk kelihatan lebih pendek. Duduk dan berdiri dengan tegak tapi rileks, turunkan bahu, busungkan dada, tarik perut ke dalam.

Trik Agar Terkesan Tinggi 

1. Wanita berambut panjang bisa mengikat rambut lebih tinggi.

Rambut

2. Pilih sepatu yang bagian depannya kecil (menutup jari kaki saja dan bukan sampai ke pergelangan kaki) dan yang berwarna muda, lebih baik lagi yang sewarna dengan kulit kita. Sepatu dengan ujung runcing juga memberi kesan tungkai lebih panjang.

Sepatu

3. Pilih rok yang panjang hingga pergelangan kaki atau pendek (asal tidak keterlaluan pendek). Hindari rok yang terbuat dari bahan tebal atau terlalu banyak lipatan (memberi kesan berat dan menarik badan ke bawah).
4. Pilih warna atasan dan bawahan yang senada / sama. Hindari memakai pakaian yang terlalu besar hingga memberi kesan kita tenggelam di dalamnya. Pilih corak kecil.
5. Hindari celana panjang yang longgar dan lebar. Celana olahraga dengan garis di sisi memberi kesan tungkai yang lebih panjang. Celana yang tanggung panjangnya juga membuat tungkai kelihatan lebih pendek. Pilih celana atau rok dengan pinggang tinggi.

Celana

6. Hindari ikat pinggang lebar.
7. Pakaian dengan kerah V dan corak garis vertikal memberi kesan tinggi.

Baju

8. Pilih aksesoris ukuran kecil. Tas, kacamata, kalung maupun syal yang terlalu besar, membuat kita kelihatan pendek.
9. Potong rambut lebih pendek lebih baik. Panjang rambut sampai bahu baik, hanya sampai dagu lebih baik.
10. Pilih jaket atau cardigan yang tidak terlalu panjang.

Pendek

Berpikir Positif 

1. Di tempat-tempat di mana orang jangkung harus merunduk-runduk, kita bisa jalan dengan anggunnya.
2. Duduk dalam bus atau pesawat yang sempit lebih mudah bagi orang pendek.
3. Orang pendek tidak dimintai tolong untuk mengambilkan barang di rak yang tinggi setiap berbelanja di supermarket.
4. Banyak orang pendek terkenal seperti Napoleon Bonaparte, Dolly Parton, Danny Devito, Yuri Gagarin, Yasser Arafat, Voltaire, Ludwig van Beethoven, Pablo Picasso, Harry Houdini, Diego Maradona dan Kim Kardashian!

Catatan: Tulisan ini pertama muncul di blog lama Patahtumbuh pada tanggal 12 September 2014.

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.