Hari Kedua Tour Hokkaido

Tulisan ini pertama muncul di blog patahtumbuh yang lama pada tanggal 26 Agustus 2013.

Dalam perjalanan 5 hari di atas bus keliling Hokkaido, pemandu tidak berhenti bercerita. Kebetulan saya duduk di deretan depan.

Uang kertas Jepang sangat cool. Mereka menggunakan tehnik dan tinta spesial sehingga uang kertas mereka terlihat bersih dan tidak mudah dipalsukan. Selain itu, gambar orang yang ada di uang kertas itu sangat spesial. Uang kertas Indonesia biasanya bergambar pahlawan, begitu juga uang kertas Amerika, kebanyakan adalah gambar politikus. Uang Inggris bergambar ratu. Tapi uang Jepang bergambar orang terkenal dari berbagai bidang. Misalnya, uang 5000 yen, bergambar seorang pengarang wanita. Bukan sembarang pengarang, dia dianggap pengarang profesional wanita pertama Jepang yang meninggal di usia sangat muda, 24 tahun.

Guide : Dan ini (melambai-lambaikan uang kertas 1000 yen), cowo ganteng dengan rambut keriting, kalian harusnya mengenal orang ini, ayooo, siapa ini?
…tidak ada yang menjawab…
Guide : Ini adalah… Noguchi Hideyo…
Anak saya (umur 6 tahun) : … gak pernah dengar !!!!
Seisi bus : Huahahaha…

Jika pembaca ingin tahu lebih banyak tentang uang Jepang yang paling cool di dunia ini (termasuk gambar uang kertasnya), silahkan baca di sini.

sangat menarik loh… dan tidak kalah menarik juga si Noguchi Hideyo ini…

Noguchi Hideyo

Lahir tahun 1876, umur 18 bulan jatuh ke perapian dan tangan kirinya luka bakar parah. Ketika masih di sekolah dasar ada guru yang sangat menyukainya karena Noguchi adalah murid yang sangat pandai. Guru ini berinisiatif mengumpul dana dari teman-teman sekolah untuk operasi tangan Noguchi. Dia akhirnya memilih kuliah kedokteran dan lulus dengan prestasi yang sangat baik.

Tahun 1900 Noguchi pindah ke Amerika dan bekerja sebagai asisten peneliti. Dia sangat menyukai pekerjaannya dan  beberapa kali dinominasikan untuk mendapat Nobel di bidang kedokteran. Penemuannya yang terkenal termasuk bakteri penyebab syphillis, patogen leishmaniasis dan penggunaan racun ular dalam serum.

Orang tua di Jepang

Di Jepang kita bisa menemukan banyak orang tua yang bekerja di tempat pembayaran tol dan supir taksi, sebab pemerintah mendukung agar orang tua yang bekerja di tempat seperti itu. Tempat seperti itu gimana Rose? Ya, itu, tempat yang banyak CO2. Astaga Rose, apa mereka begitu jahat sama orang tua? Mau mereka cepat mati? Bukan, tapi mereka sungguh krisis orang muda. Cewe-cewe muda tidak dianjurkan kerja di tempat yang bisa membuat mereka jadi kurang sehat, mereka diperlukan untuk melahirkan karena populasi yang menurun.

Kombinasi dari semakin banyaknya wanita memilih tidak menikah, menunda menikah, menunda hamil setelah menikah dan harapan hidup yang semakin tinggi (harapan hidup orang Jepang adalah yang paling tinggi di dunia, artinya umur rata-rata orang meninggal di Jepang adalah yang paling tua) membuat mereka kekurangan orang muda.

Hokkaido
Orang tua petugas jalan tol

Tomita Farm

Asyik mendengar cerita pemandu, tak terasa kami sudah sampai di Tomita Farm dengan pemandangan gunung Tokachi yang indah.

Sedikit sejarah Tomita Farm:

Tahun 1958  – mulai menanam lavender untuk diambil sarinya.
Tahun 1980 – mulai memasarkan lavender essential oil.
Tahun 1984 – peluncuran parfum pertama, Furano.
Tahun 1990 – essential oil mereka memenangkan juara pertama di “Lavender Perfume Fair” di Perancis.

Hokkaido
Lavender
Hokkaido
Panen lavender adalah akhir Juli – awal Agustus, jadi sebenarnya waktu kami berada di sana, lavendernya sudah hampir habis dipanen.
Hokkaido
semua serba ‘lavender’
Hokkaido
Es krim lavender
Hokkaido
motor juga lavender

Essential oil lavender dipercaya mempunyai efek penenang dan mengurangi stress. Selain itu juga bisa mengurangi sakit kepala. Untuk pengobatan batuk dan infeksi saluran pernafasan, beberapa tetes minyak lavender ditambahkan ke alat vaporizer. Orang yang percaya pengobatan alternatif menggunakan minyak lavender sebagai antiseptik dan analgetik, juga untuk mengobati luka bakar ringan, dan gigitan serangga.

Selain lavender, mereka ada menanam melon. Melon Hokkaido sangat terkenal dan manis. Flora Hokkaido juga terkenal cantiknya.

Setelah makan siang ala kadarnya, kami meluncur ke…

Alpaca Farm

Begitu sampai Alpaca Farm, semua ‘wow’ ‘wow’ ‘wow’  mengagumi pemandangan yang terhampar di depan mata.

Hokkaido
Hokkaido
Kenderaan ini membawa pengunjung keliling farm dengan menarik ‘peron’ di belakangnya yang berisi penumpang.
Hokkaido

Semuanya begitu rapi, udara bersih dan pemandangan yang luar biasa indah, membuat kami segan meninggalkan tempat ini, tapi kami harus segera naik kenderaan dan menuju ke lokasi berikutnya : ‘kandang’ alpaca.

Sebelum masuk ke dalam, kami harus menginjak satu tempat yang berisi air berantiseptik untuk membersihkan alas sepatu agar tidak membawa bibit penyakit ke dalam area alpaca berada.

Hokkaido

Alpaca adalah binatang sejenis unta dan dipelihara untuk diambil bulunya dan dibuat menjadi kain. Bulu alpaca mirip wool tapi tidak mengandung lanolin.

Hokkaido
Bunga tak membuat kenyang, jadi harus tanam yang bisa dimakan juga kan?
Hokkaido
Stempel dulu ah di buku notesku sebagai bukti aku sudah ke sini.

Sapporo

Dari sana kami menuju Sapporo, ibu kota Hokkaido dan kota kelima terbesar di Jepang. Berjalan-jalan sejenak di Odori Park, tapi tak lama, karena Odori park sangat panjang (1.5 km), terletak di tengah kota Sapporo dan membaginya menjadi dua bagian, Sapporo utara dan selatan. Setiap tahun di musim dingin, di taman ini diselenggarakan Sapporo Snow Festival (Festival Salju Sapporo) yang sangat terkenal. Pada perayaan yang ke 58 (tahun 2007) diperkirakan dua juta orang mengunjungi Sapporo untuk melihat patung dan ukiran es di Taman Odori. Kontes Ukir Es Internasional (International Snow Sculpture Contest) di tahun 2008 diikuti 14 negara.

Sayangnya sekarang bukan musim dingin, jadi, sorry ya… gak ada foto salju.

Tanuki Koji Shopping Arcade

Tidak menghabiskan waktu lama di Odori Park yang di musim panas tidak kelihatan istimewa, kami menuju Tanuki Koji Shopping Arcade, daerah shopping paling terkenal di Sapporo (iya dong, perlu waktu lebih banyak untuk shopping). Berbagai festival dan perayaan diadakan di sini setiap tahun, tapi kami kurang beruntung karena bukan datang pada waktu ada acara. Pusat perbelanjaan ini merupakan satu jalan lurus yang terbagi menjadi tujuh bagian oleh jalan yang memotong tegak lurus jalan utama. Jalan yang memotong ini bisa dilalui oleh kenderaan dan ada tempat penyeberangan yang diatur lampu lalu lintas, tetapi jalan antara dua jalan horizontal ini tertutup untuk kenderaan. Di dalamnya terdapat pertokoan, restoran dan hotel.

Hokkaido
Seksi / Bagian 3. Nampak gak itu angka 3 di bagian atas?
Hokkaido
Setiap bagian, hiasan yang menjuntai dari atap berlainan.
Hokkaido
Hotel
Hokkaido
ngences...
Hokkaido
Hiy…ada hantu lagi makan ramen (mie yang terkenal dari Hokkaido)…
Hokkaido
selalu penuh dan rapi jali….

Welah, duh, indah, rapi dan bersih sekali pusat pertokoan ini. Kalau saja di Jakarta juga ada serapi dan sebersih ini… ayoooo, Jokowi-Ahok… bikin dong.

Puas shopping, duh, belum puas seh, tapi waktu sudah habis dan sudah saatnya makan malam (orang Jepang sangat tepat waktu, kalau sudah janji jam sekian pesan tempat di restoran, belum datang-datang juga, bakal ditelepon terus  karena yang antri makan banyak.

Malam ini kami makan kepiting, Tarabagani (King Crab)… sedaap.

Hokkaido
Hokkaido
Cara cepat makan kaki kepiting diajarkan oleh pemandu dan alatnya tersedia di atas meja.
Hokkaido
amboii... panjangnya…
Hokkaido
paling enak ditemani sake

Istirahat sejenak setelah makan malam, lalu ke onsen bagi yang beminat.

Onsen

Tidur setelah berendam di onsen ( pemandian umum di Jepang ) dalam hotel, sungguh nyenyak. Hokkaido terkenal sebagai ‘kerajaan mata air panas’. Banyak variasi onsen di sini mulai dari yang besar di dalam hotel mewah hingga pemandian di pegunungan. Air onsen berasal dari mata air panas, lain dengan sento, yaitu pemandian umum dalam hotel yang memakai air biasa yang dipanaskan. Untuk disebut onsen, airnya harus paling sedikit mengandung satu dari 19 elemen kimia yang ditentukan seperti misalnya radon dan suhunya paling sedikit 25 derajat Celcius tanpa dipanaskan. Air dialirkan ke tempat pemandian umum (seperti bak raksasa atau kolam renang) dari sumber mata airnya tanpa diproses, tapi untuk menjaga volume dan temperaturnya tetap sama, maka air ini disirkulasi sambil disterilisasi.

Biasanya ada beberapa ‘kolam’ dengan kandungan mineral yang berbeda-beda. Lain kandungan mineral, lain pula khasiatnya. Nama onsen juga disesuaikan dengan kandungan mineralnya, misalnya io-sen (onsen sulfur), tetsu-sen (onsen besi) dan lain-lain.

Zaman dulu, lelaki dan wanita mandi bersama di onsen, tapi sekarang tersedia pemandian terpisah. Anak-anak bisa masuk ke pemandian yang untuk lelaki maupun wanita. Pemandian bersama masih ditemukan di daerah Jepang yang lebih ‘desa’.

Orang Jepang percaya berendam dalam onsen menyembuhkan berbagai penyakit seperti sakit sendi, penyakit kulit, diabetes, ambeien, penyakit saluran pencernaan, luka sayat, luka bakar dan lain-lain.

Mandi bareng-bareng? Apa gak malu? Apa gak jorok? Oh… ternyata ada aturannya loh supaya air dalam bak tidak menjadi kotor. Aku yang gak pernah telanjang di tempat umum, jelalatan nyuri-nyuri lihat orang lain dan dari tiga kali mandi di onsen selama lima hari di Hokkaido ini, aku bisa tebak, yang mana orang Jepang asli, yang mana turis. Oh… pasti gampang lah bedakannya Rose… turis kan kulit putih, mata biru, rambut pirang. Bukan loh… banyak turis dari Cina, Taiwan dan Korea yang fisiknya sama dengan orang Jepang. Jadi aku lihat gini nih… kalau yang jalan di luar bak itu nutup nutup badannya bagian depan dengan handuk kecil (satu-satunya benda yang boleh dibawa masuk ke onsen selain badan telanjangmu), itu pasti turis. Kalau orang Jepang asli, jalan lenggang kangkung, badan tegak, gak lihat kiri kanan, gak canggung biar bodinya gendutttt, lemak bergelantungan maupun yang bodinya kerempeng seperti papan. Tidak ada yang merasa risi, semua merasa nyaman apapun bentuk tubuhnya. Dalam hatiku, aku suka dengan prinsip ini, bukan prinsip ‘gak apa telanjang jalan sana sini di depan orang’, tapi bahwa bentuk badan yang tidak seperti model bukanlah hal yang memalukan. Braaaak!

Tata tertib mandi di onsen

HokkaidoHokkaido

Kita menuju onsen dengan memakai sandal hotel, pakaian dalam dan yukata (kimono katun yang tersedia di kamar penginapan) serta membawa satu handuk besar untuk melap badan dan satu handuk kecil untuk menggosok badan. Sebelum masuk ke ruangan dengan bak-bak air panas, ada satu ruangan besar dengan banyak rak dan di atas rak-rak ini diletakkan keranjang-keranjang yang diberi nomor di mana kita meletakkan semua pakaian kita lalu masuk ke tempat mandi hanya dengan membawa handuk kecil. (Jangan lupa loh nomormu kalau gak mau bingung mencari di mana keranjang kita karena hampir semua kimono dan handuk warnanya sama, kan milik hotel.)

Aturan mandi di onsen adalah: (lihat gambar di atas)

  1. Bersihkan badan dengan memakai air dari keran.
  2. Masuk ke dalam bak air panas, rendam sebentar.
  3. Keluar dari bak, bersihkan badan dengan sabun (dengan handuk kecilmu) dan shampoo yang tersedia , bilas dengan air hingga bersih. Untuk membilas handuk kecil, bisa memakai ember kayu kecil yang tersedia.
  4. Masuk kembali ke dalam bak air panas dan berendam sepuasnya atau pindah ke bak lain.

Dilarang:

  1. Memasukkan / mencelup handuk kecil ke dalam bak.
  2. Mandi dengan sabun atau cukuran dalam bak.
  3. Masuk ke dalam bak dengan berbalut handuk.
  4. Di tempat membersihkan badan ada tersedia bangku kecil, anda harus duduk waktu membersihkan badan, tidak boleh berdiri.

Pelajaran:

Kalau aku kuayaaaaaaa atau aku pejabat tinggi, aku mau buat penginapan di dekat satu sungai yang bersih dan masih ngalir. Penginapan dengan kamar tradisional Indonesia, lampu di meja samping tempat tidur model lampu teplok tapi pakai bohlam listrik, begitu juga lampu gantung pakai model lampu petromax zaman dulu tapi badannya saja yang model gitu, sebenarnya isinya bola lampu listrik. Dalam lemari tersedia kain sarung untuk dipakai mandi di sungai. Sungai tertutup dari masyarakat, hanya boleh untuk turis. Dan ada peraturan mandi di sungai, seperti, tidak boleh buang air di dalam sungai dan seterusnya, tentu saja sungainya bukan yang deras, atau buat saja sungai buatan. Hehehe, kayaknya sulit ya, tapi pasti bisa, kalau ada duiiiittt dan orang pintar untuk bangunnya. PASTI banyak orang asing yang ingin merasakan mandi di sungai ala orang zaman dulu. Keuntungan untuk pemerintah daerah juga toh…

Hari Pertama

Hari Ketiga

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.

Baca juga tulisan sebelumnya:...

Rose Chen

Hari pertama di Chiang Mai dimulai dengan shopping di Maya Lifestyle Shopping Center...

Rose Chen

Pulau Keelung (Keelung Islet) adalah pulau kecil yang terletak lima kilometer dari...

Rose Chen

Di Taiwan sayur paku sarang burung adalah kegemaran orang lokal. Biasanya mereka tumis dengan...

Rose Chen

Mungkin banyak yang belum pernah makan umbi bunga lily (bunga bakung). Umbi bunga lily bisa...

Rose Chen