Benarkah Makan Roti Tidak Ada Gunanya?

Minggu, 26-3-2017

Banyaknya hoax yang berseliweran di media sosial membuat kita was-was, apakah tulisan yang dibagikan teman memang fakta atau hoax? Kali ini seorang teman mengirimkan catatan ini – 

*

Ini benaran atau hoax? Sharing dari Chef Edwin Lau: "Mau tau makanan buatan manusia apa yg paling beracun tapi paling laku? Roti!" Roti jaman dulu lain dgn roti masa kini. Skrg produsen mau roti yg cepat dibuat, tahan lama, serta low cost. Konsumen mau roti yg super lembut, fluffly (ngembang), dan berwarna/beraroma menarik. Alhasil roti skrg menjadi gudang bahan kimia yg membunuh secara perlahan demi mengimbangi permintaan. Potassium Bromate (KBrO3) adalah salah 1 nya. Baru2 ini dinas Bpom India melarang penggunaan zat kimiawi ini karena penelitian terakhir menyimpulkan zat tsb dpt memicu kanker pd manusia (tikus lab terkena tumor ganas saat diberi zat ini), karena bersifat karsinogenik. Negara China, Kanada, Brazil, dan Eropa sdh duluan melarang penggunaan zat ini. Potassium Bromate digunakan sbg penguat struktur gluten, pemutih, peningkat elastisitas tektur, dan penahan rangka jaringan roti/kue. Rata2 tepung industri utk pembuatan kue dan roti sdh diperkaya dgn zat ini dan lebih dari 80% roti yg ada di pasaran mengandung zat ini, termsk di Indonesia. Mengutip standar dunia akan zat aditif, max. pemakaiannya adalah sebnyk 50 ppm (parts per million). Semakin lama proses panggang & semakin panas suhunya, makin sedikit residunya. Namun justru karena mayoritas roti skrg jarang yg memakai zat pengawet dan rata2 dipanggang super cepat, maka biasanya roti tsb dihabiskan dlm 2-3 hari yg secara akumulatif meningkatkan konsumsi zat ini. Selain kanker & tumor, potassium bromate dpt memicu kelainan tiroid dan gagal ginjal. Saran saya, jauhi roti/kue yg terlihat 'ngembang', ringan, dan lembut, tapi saat disentuh membal kembali dgn cepat, serta dpt menjaga strukturnya dgn sempurna. Jauhi juga roti yg terlalu putih, mengkilat, dan awet lebih dr 2 hari. Pilih roti 100% USDA organic, roti gandum asli, atau stop makan roti saja. Roti tdk ada benefitnya selain rasanya, jika dibandingkan makanan alami. Eat healthy!

*

Fakta Potassium Bromate (KBrO3) 
Potassium Bromate (Kalium bromat) adalah senyawa kimia yang mengandung kalium dan anion bromat. Kalium bromat tersedia dalam bentuk tepung. Penelitian pertama terhadap kalium bromat dilakukan oleh World Health Organization (WHO) dan Food and Agriculture Organization. Pada tahun 1982 ilmuwan Jepang menerbitkan hasil penelitian mereka yaitu bahwa kalium bromat menyebabkan kanker tiroid dan kanker ginjal pada tikus percobaan. Pada tahun 1999, International Agency for Research on Cancer (Badan Penelitian Kanker Internasional) mengklasifikasikan kalium bromat sebagai senyawa yang mungkin karsinogen bagi manusia (kategori 2B). 

Kalium bromat dilarang penggunaannya dalam proses pembuatan tepung di Cina, Uni Eropa, Kanada, Brazil, Argentina, Australia, Korea Selatan, Peru, Nigeria, Sri Lanka, Kolumbia, dan India. Amerika Serikat mengharuskan produsen mencantumkan pada kemasan bila produk mengandung kalium bromat dan batas pemakaian maksimum adalah 60 ppm (parts per million). Pemerintah Amerika menganjurkan untuk tidak menggunakan kalium bromat dalam pembuatan roti. 

Kalium Bromat banyak dipakai dalam pembuatan roti karena sifat kimianya yang merupakan oksidan kuat sehingga adonan roti lebih kuat dan elastis. Bentuk roti lebih bagus dan warnanya lebih putih dibandingkan dengan roti tanpa kalium bromat. Karena itu ia termasuk bread improver. Pemakaian 15-30 ppm dalam adonan roti dianggap masih aman. Kandungan kalium bromat akan hilang saat roti matang, tetapi bila roti dipanggang tidak cukup lama atau dengan suhu kurang tinggi, maka akan ditemukan sisa kalium bromat di dalam roti. Begitu juga bila menggunaan kalium bromat terlalu banyak.

Roti

Apakah kita perlu berhenti makan roti?
Pecinta roti akan bertanya, “Benarkah roti sedemikian ‘jahat’nya sehingga saya harus berhenti makan makanan favorit saya?” Jawabannya tergantung prinsip anda tentang hidup. Menganjurkan makan sehat, alami, atau makan buah dan sayuran organik saja, adalah hal yang baik dari satu sudut pandang. Tapi apakah semua orang dapat melaksanakannya walau ada niat? Jika menuruti semua larangan, mungkin tidak ada yang bisa kita makan di dunia ini. Jika menuruti semua anjuran, segala yang tumbuh bisa mengobati kanker dan sakit jantung.

Menanam tanaman sendiri tanpa pupuk dan pestisida belum tentu organik dan aman. Tanah yang anda gunakan belum tentu bebas arsenik atau zat berbahaya lain. Saran saya adalah perbanyak variasi makanan dan makanlah segalanya in moderation (secukupnya). Bila tahu pasti zat itu berbahaya, hindari kalau bisa. Jika termakan sedikit, tidak perlu panik. 

Bromat (bukan kalium bromat) sendiri diduga adalah pemicu kanker pada manusia. Bromid dan klorin dalam air sumur dengan bantuan sinar matahari bisa menjadi senyawa bromat. Hal ini pernah terjadi pada dua waduk di Los Angeles, Amerika pada tahun 2007. Air itu harus diproses selama empat bulan hingga tidak mengandung bromat lagi. Air waduk itu secara alami mengandung bromid. Klorin dipakai untuk proses sterilisasi air menjadi bromat. Pada pertengahan tahun 2008, pihak berwenang Los Angeles menutup permukaan dua waduk seluas empat hektar itu dengan bola-bola plastik hitam untuk menghalangi sinar matahari agar bromid dan klorin todak menjadi senyawa bromat. Projek ini menghabiskan biaya US$ 12 juta. Jadi, tanpa makan roti pun, ada kemungkinan kita secara tidak sengaja mengkonsumsi bromat. 

Kalau ingin makan roti, pilihlah roti yang tidak mengandung bromat. Roti tawar yang dibuat dari whole grain adalah sumber karbohidrat, kalsium, dan serat yang bisa menjadi pilihan jika anda diet rendah gula dan rendah lemak. Roti juga mengenyangkan. Makanlah roti yang dibuat dengan tepung yang diperkaya zat besi, vitamin B1, B2, B3, dan folat karena zat-zat ini berguna untuk produksi sel darah merah dan energi. Benefit (keuntungan) juga didapat bila makan roti yang mengandung biji-bijian, kacang-kacangan, atau buah kering. 

Bahan Pengganti Bread Improver 
Beberapa hari yang lalu seorang pembaca Patahtumbuh menanyakan bahan apa yang bisa dipakai untuk menggantikan bread improver. Saya sering membuat roti (seminggu pasti ada sekali) tetapi tidak pernah menggunakan bread improver. Beberapa teman menggunakan Vitamin C yang digerus menjadi bubuk. Di toko yang menjual bahan makanan organik ada beberapa pilihan bread improver lain yang lebih aman dari kalium bromat. Orang lebih suka memakai kalium bromat karena lebih mudah ditemukan, lebih murah, dan roti yang dihasilkan lebih bagus dan “enak”. Enak dalam tanda kutip karena selera setiap orang berbeda. Tidak semua orang menyukai roti putih yang empuk dan “kosong”.

Baca juga: Diet yang Sehat

Tambah komentar baru

Teks polos

  • Tidak ada tag HTML yang diperbolehkan.
  • Baris dan paragraf baru akan dibuat otomatis.